Jawa Pos Radar Ponorogo – Lalu-lalang truk over dimension overloading (ODOL) di Jalan Raya Ngebel–Jenangan kembali memicu protes warga.
Sabtu (7/12), puluhan warga Jenangan menghentikan paksa truk tambang galian C yang dinilai melanggar batas muatan.
Video antrean ratusan kendaraan yang disweeping itu pun viral di media sosial.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Ponorogo Wahyudi mengakui masalah truk tambang memang tak kunjung tuntas.
Padahal, sopir dan pengusaha tambang telah menandatangani kesepakatan untuk tidak beroperasi dengan muatan berlebih.
‘’Aturan yang sudah disepakati, monggo dipatuhi. Jangan ada ODOL lagi,’’ tegasnya.
Wahyudi membantah anggapan bahwa dishub abai.
Dia menyebut petugas tetap rutin mengawasi dan menindak truk yang melanggar.
Sweeping warga, termasuk tindakan menurunkan muatan pasir, disebutnya sebagai imbas dari pelanggaran yang terus berulang.
‘’Kami tetap hadir, tidak mengabaikan. ODOL yang masih beroperasi ini kami tindak lanjuti,’’ ujarnya.
Untuk mencegah pelanggaran berulang, dishub memastikan pemasangan portal pembatas kendaraan segera dikebut.
Meski sempat molor dari jadwal, dua portal sudah ditetapkan: satu di ruas Jenangan dan satu lagi di Jalan Raya Sampung.
‘’Portal tetap kami pasang, hanya menunggu waktu. Dalam waktu dekat kami pasang dua-duanya,’’ kata Wahyudi. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto