Jawa Pos Radar Ponorogo – Kekhawatiran menyelimuti belasan siswa SDN 2 Singgahan, Pulung.
Dua ruang kelas di sekolah itu nyaris roboh akibat atap lapuk dan plafon yang jebol.
Kondisi membahayakan itu membuat proses belajar mengajar tidak lagi aman dan nyaman.
Kepala SDN 2 Singgahan Joko Setyono menyebut kerusakan terjadi pada kelas IV dan V.
Saat hujan turun, atap bocor dan membuat rangka kayu semakin lapuk dimakan usia.
’’Plafon jebol, ada bagian yang jatuh. Kami khawatir itu membahayakan anak-anak,’’ ujarnya, kemarin (8/12).
Pihak sekolah sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Ponorogo.
Namun, perbaikan belum dapat dilakukan lantaran masih menunggu pemantauan lapangan.
’’Kami diminta membuat proposal. Tapi sampai sekarang belum ada petugas yang datang,’’ tambahnya.
Untuk menghindari risiko, empat siswa kelas IV dan dua siswa kelas V dipindahkan sementara ke ruang musala sekolah.
Meski tanpa meja dan kursi, area tersebut dianggap lebih aman dibanding kelas yang rusak.
’’Dua kelas itu kami usulkan dibangun ulang, karena kondisinya sudah tidak layak,’’ jelas Joko.
Adiasta Ibnu Hafiz, siswa kelas IV, mengaku takut saat belajar di dalam kelas.
Plafon yang menganga membuatnya khawatir atap sewaktu-waktu runtuh.
’’Belajar di musala juga nggak nyaman karena nggak ada meja kursi. Tapi kalau di kelas takut roboh. Semoga cepat diperbaiki,’’ ungkapnya. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto