Jawa Pos Radar Ponorogo – Laga pamungkas penyisihan Grup M Liga 4 Jawa Timur menjadi partai hidup mati bagi Persepon Ponorogo.
Laskar Suromenggolo wajib mengamankan tiga poin saat menjamu Persinga Ngawi jika ingin memastikan tiket ke babak 32 besar.
Big match Persepon vs Persinga dijadwalkan berlangsung di Stadion Batoro Katong (SBK), Senin sore (15/12).
Hasil imbang tanpa gol melawan Persemag Magetan pada Sabtu (13/12) lalu menjadi pukulan bagi Persepon.
Di saat bersamaan, Persinga Ngawi sukses menundukkan Perspa Pacitan dengan skor tipis 1-0.
Situasi tersebut membuat Persepon harus rela turun dari puncak klasemen sementara Grup M.
‘’Tentu kami kecewa, pertandingan selanjutnya (lawan Persinga, Red) kami harus menang,’’ tegas Pelatih Persepon Agus Triono.
Secara statistik, Persepon memiliki modal cukup baik.
Musim lalu, tim kebanggaan warga Ponorogo itu mampu mengalahkan Persinga dengan skor 3-1 pada fase grup Liga 4. Meski demikian, Agus menegaskan timnya tidak boleh lengah.
> ‘’Kami tetap all out untuk menang, apalagi memang Persinga tim yang kuat,’’ ujar mantan pelatih PSHW Ponorogo tersebut.
Jelang laga penentuan, Persepon masih memiliki sejumlah pekerjaan rumah.
Mandulnya lini depan menjadi sorotan utama setelah beberapa peluang emas terbuang percuma saat menghadapi Persemag.
Selain itu, komunikasi antarpemain juga perlu dibenahi.
Optimalisasi lini tengah menjadi kunci agar alur permainan Persepon lebih hidup dan mampu menghubungkan pertahanan dengan sektor penyerangan.
‘’Harapan kami tetap bisa lolos ke babak selanjutnya,’’ tandas Agus. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto