Jawa Pos Radar Ponorogo – Aksi pencurian terjadi di SMPN 1 Pulung, Kabupaten Ponorogo.
Uang tunai sebesar Rp 180 juta yang tersimpan di brankas besi ruang kepala sekolah raib digondol maling.
Peristiwa tersebut baru diketahui penjaga sekolah pada Senin (15/12).
Saat membuka ruang kepala sekolah, penjaga mendapati kondisi ruangan dalam keadaan acak-acakan.
Brankas yang semula berada di ruang kepala sekolah diketahui sudah berpindah ke ruang tengah dalam kondisi terbuka, rusak, dan kosong.
Kasatreskrim Polres Ponorogo AKP Imam Mujali mengatakan, kejadian tersebut diduga berlangsung saat sekolah dalam kondisi kosong karena ada kegiatan luar kota.
‘’Terakhir dibuka Kamis (11/12) kondisi brankas masih ada. Sabtu dan Minggu sekolah ada kegiatan di luar kota jadi kosong, Senin (kemarin, Red) baru ketahuan,’’ kata Imam.
Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi tidak menemukan tanda kerusakan pada dua pintu utama ruangan.
Namun, brankas diduga dirusak di dalam ruangan menggunakan palu atau benda sejenis.
‘’Brankas dirusak di ruangan menggunakan palu atau sejenisnya,’’ jelas Imam.
Penyelidikan polisi terkendala karena CCTV di lingkungan sekolah rusak sejak enam bulan terakhir.
Kondisi tersebut membuat aparat harus bekerja ekstra dalam mengungkap pelaku pencurian.
‘’CCTV rusak enam bulan, sementara masih kami dalami kasus pencurian ini,’’ ungkapnya.
Polisi kini mendalami kemungkinan pelaku masuk melalui akses tertentu di lingkungan sekolah.
Sejumlah saksi, termasuk pihak sekolah, telah dimintai keterangan. Brankas yang menjadi sasaran pencurian telah diamankan sebagai barang bukti.
Terkait asal-usul uang Rp 180 juta yang disimpan di sekolah, kepolisian belum bersedia membeberkan detailnya.
Kepala SMPN 1 Pulung Siti Wahyuni juga enggan memberikan keterangan dan menyebut seluruh informasi telah disampaikan kepada pihak kepolisian. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto