Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Warga Sampung Ponorogo Geram, Truk Tambang ODOL Disweeping

Sugeng Dwi N. • Rabu, 17 Desember 2025 | 13:10 WIB
Warga Desa Jenangan, Kecamatan Sampung, menghentikan dan menyweeping truk tambang bermuatan ODOL yang melintas di Jalan Raya Pohijo–Sampung, kemarin (16/12). SUGENG DWI N./JAWA POS RADAR PONOROGO
Warga Desa Jenangan, Kecamatan Sampung, menghentikan dan menyweeping truk tambang bermuatan ODOL yang melintas di Jalan Raya Pohijo–Sampung, kemarin (16/12). SUGENG DWI N./JAWA POS RADAR PONOROGO

Jawa Pos Radar Ponorogo – Kesabaran warga Desa Jenangan, Kecamatan Sampung, benar-benar habis.

Lalu-lalang truk pengangkut material tambang yang melintas setiap hari di Jalan Raya Pohijo–Sampung memicu kemarahan warga.

Tak kunjung ada solusi, warga turun tangan melakukan sweeping truk overload over dimension (ODOL), kemarin (16/12).

Dalam aksi tersebut, warga menghentikan satu per satu truk tambang yang melintas.

Kendaraan yang kedapatan bermuatan berlebih diminta mengurangi muatan bahkan diputar balik sebelum diperbolehkan melanjutkan perjalanan.

Ketua Karang Taruna Desa Jenangan Abu Sirin menegaskan, penertiban dilakukan karena pelanggaran terus berulang.

Padahal, jalur angkutan dan jam operasional sudah disepakati bersama dan diketahui instansi terkait.

‘’Semakin ke sini makin tidak taat aturan. Mulai dari jalur angkutan, muatan, sampai konvoi. Padahal sudah ada kesepakatan dan ditandatangani instansi terkait,’’ tegas Sirin.

Menurutnya, aktivitas angkutan tambang hanya diperbolehkan setelah pukul 07.00 dengan batas muatan tertentu.

Namun di lapangan, banyak truk sudah masuk wilayah Sampung sejak pagi buta.

Selain membahayakan keselamatan pengguna jalan, angkutan tambang dinilai mempercepat kerusakan jalan desa.

Padahal, dalam nota kesepahaman (MoU), pemilik tambang berkewajiban memperbaiki infrastruktur yang terdampak. Hingga kini, komitmen tersebut belum direalisasikan.

‘’Ini mengganggu aktivitas warga, anak sekolah, dan orang berangkat kerja. Debu tinggi, risiko kecelakaan juga meningkat,’’ jelasnya.

Kapolsek Sampung AKP Agus Suprianto mengamini masih adanya pelanggaran angkutan tambang di wilayah hukumnya.

Mayoritas truk tersebut diketahui berasal dari Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.

Pihak kepolisian terus melakukan pemantauan serta koordinasi lintas wilayah untuk menertibkan angkutan tambang agar tidak merugikan masyarakat.

‘’Kami sudah koordinasi dengan pihak tambang yang berasal dari Wonogiri, Jawa Tengah. Kami ingatkan agar tidak melebihi tonase,’’ ungkap Agus. (gen/kid)

Editor : Hengky Ristanto
#Tambang Ponorogo #sweeping warga #angkutan tambang #truk odol #sampung #jalan rusak #ponorogo