Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Dana Komite Sekolah Digondol Maling, Dindik Soroti Pengamanan SMPN 1 Pulung

Sugeng Dwi N. • Rabu, 17 Desember 2025 | 21:10 WIB
Polisi memasang garis polisi di ruang kepala SMPN 1 Pulung, Ponorogo, usai brankas sekolah dibobol maling dan uang ratusan juta rupiah raib, Senin (15/12). DOKUMEN JAWA POS RADAR PONOROGO
Polisi memasang garis polisi di ruang kepala SMPN 1 Pulung, Ponorogo, usai brankas sekolah dibobol maling dan uang ratusan juta rupiah raib, Senin (15/12). DOKUMEN JAWA POS RADAR PONOROGO

Jawa Pos Radar Ponorogo – Lemahnya sistem pengamanan sekolah menjadi sorotan dalam kasus pembobolan brankas di SMPN 1 Pulung, Ponorogo.

Uang tunai sekitar Rp 180 juta yang disimpan di ruang kepala sekolah raib digondol maling. Satreskrim Polres Ponorogo kini masih menyelidiki kasus tersebut.

Sekretaris Dinas Pendidikan (Dindik) Ponorogo Farida Nuraini mengatakan, pihaknya telah turun langsung melakukan pengecekan ke sekolah.

Berdasarkan keterangan kepala sekolah, total uang yang hilang mencapai Rp 182 juta.

‘’Dana yang hilang terdiri dari Rp 168 juta sumbangan komite wali murid dan Rp 14 juta dana sosial guru,’’ ujar Farida, Rabu (17/12).

Farida menjelaskan, dana komite digunakan untuk mendukung kegiatan sekolah yang tidak dibiayai dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Sementara dana sosial guru dipakai untuk kebutuhan internal para pendidik.

Menurut Farida, penyimpanan uang tunai di sekolah terpaksa dilakukan karena keterbatasan regulasi.

Rekening BOS tidak diperbolehkan menampung dana selain BOS.

Di sisi lain, pihak perbankan juga tidak menyarankan pembukaan rekening kolektif tambahan.

‘’Akhirnya uang disimpan di brankas,’’ jelasnya.

Namun, Dindik menilai peristiwa tersebut menjadi evaluasi serius, terutama terkait sistem keamanan sekolah.

Diketahui, kamera pengawas (CCTV) di SMPN 1 Pulung tidak berfungsi sekitar enam bulan terakhir.

‘’Ini menjadi evaluasi bersama. Sekolah harus rutin mengecek CCTV dan pengamanan lainnya,’’ tegas Farida.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Ponorogo AKP Imam Mujali menyampaikan bahwa penyidik masih mendalami kasus tersebut.

Sejumlah saksi telah dimintai keterangan, termasuk guru dan penjaga sekolah.

Peristiwa pencurian diketahui pada Senin pagi (15/12).

Saat itu, penjaga sekolah mendapati brankas di ruang kepala sekolah dalam kondisi rusak.

‘’Kami mintai keterangan guru dan penjaga sekolah. Kasus masih kami dalami,’’ ujar Imam. (gen/kid)

Editor : Hengky Ristanto
#pencurian sekolah #SMPN 1 Pulung #brankas dibobol #kriminal ponorogo #Dindik Ponorogo #dana komite #ponorogo