Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Kaleidoskop KPK 2025: Gelar Belasan OTT, Bupati Ponorogo Nonaktif Sugiri Sancoko Antrean Nomor Berapa?

Mizan Ahsani • Selasa, 23 Desember 2025 | 17:59 WIB
Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko, Sekda Agus Pramono, dan Direktur RSUD dr Yunus Mahatma usai ditetapkan tersangka OTT KPK.
Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko, Sekda Agus Pramono, dan Direktur RSUD dr Yunus Mahatma usai ditetapkan tersangka OTT KPK.

Jawa Pos Radar Madiun – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menutup tahun 2025 dengan catatan penindakan yang cukup agresif.

Sepanjang tahun ini, lembaga antirasuah tersebut tercatat melakukan 11 kali Operasi Tangkap Tangan alias OTT dan menetapkan total 118 tersangka.

Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, dalam konferensi pers Kinerja Akhir Tahun KPK 2025 di Gedung Merah Putih, Senin (22/12), memberi penjelasan.

Ia mengatakan bahwa operasi senyap tahun ini menyasar berbagai sektor krusial, mulai dari layanan kesehatan, pekerjaan umum, hingga jual beli jabatan.

"Ada 11 penangkapan para terduga pelaku tindak pidana korupsi yang KPK lakukan tahun ini," ujar Fitroh.

Dari 11 operasi tersebut, penangkapan Bupati Ponorogo nonaktif Sugiri Sancoko menjadi salah satu yang menyita perhatian publik di wilayah Bumi Reog dan sekitarnya.

Berdasarkan urutan waktu kejadian, Sugiri Sancoko terjaring dalam OTT ke-7 yang dilakukan KPK pada 7 November lalu.

Dalam operasi tersebut, Sugiri terseret kasus dugaan suap pengurusan jabatan, proyek pekerjaan di RSUD dr Harjono Ponorogo, serta penerimaan gratifikasi lainnya di lingkungan Pemkab Ponorogo.

Daftar Lengkap 11 OTT KPK Tahun 2025

Berikut adalah urutan kronologis operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK sepanjang 2025:

Maret: Anggota DPRD dan Pejabat Dinas PUPR Kab. Ogan Komering Ulu (Sumsel).

Juni: Kasus suap proyek jalan Dinas PUPR Provinsi Sumut & Satker PJN Wilayah I Sumut.

7-8 Agustus: Kasus proyek RSUD Kolaka Timur (Sultra), operasi dilakukan di Jakarta, Kendari, dan Makassar.

13 Agustus: Dugaan suap kerja sama pengelolaan kawasan hutan (Jakarta).

20 Agustus: Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer Gerungan (Kasus pemerasan sertifikasi K3).

3 November: Gubernur Riau, Abdul Wahid (Pemerasan di lingkungan Pemprov Riau).

7 November: Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko (Suap jabatan & Proyek RSUD).

9-10 Desember: Bupati Lampung Tengah, Ardito Wijaya (Gratifikasi).

17-18 Desember: Jaksa & Pengacara di Tangerang (Kasus dilimpahkan ke Kejagung).

18 Desember: Bupati Bekasi, Ade Kuswara Kunang & Ayahnya (Suap ijon proyek).

18 Desember: Kajari Hulu Sungai Utara & Kasi Intel (Pemerasan dalam penegakan hukum).

Fitroh menegaskan, rentetan penindakan ini bukan sekadar mengejar angka, melainkan upaya membongkar praktik korupsi sistematis yang merugikan layanan publik.

Selain 11 OTT, KPK mencatat melakukan 69 penyelidikan dan 110 penyidikan sepanjang tahun 2025. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
#2025 #kpk ott bupati #Bupati Ponorogo #operasi tangkap tangan #Sugiri Sancoko #kpk #ponorogo #ott