Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

101 Tahun PMKP Sukun Ponorogo, Asal-Usul Kayu Putih Kuncup Kuning

Sugeng Dwi N. • Sabtu, 27 Desember 2025 | 23:00 WIB
BERSEJARAH: Peralatan produksi minyak kayu putih di pabrik lama PMKP Sukun, Desa Sidoharjo, Pulung, Ponorogo, yang menjadi saksi lahirnya varietas kuncup kuning khas Ponorogo. DOK RADAR PONOROGO
BERSEJARAH: Peralatan produksi minyak kayu putih di pabrik lama PMKP Sukun, Desa Sidoharjo, Pulung, Ponorogo, yang menjadi saksi lahirnya varietas kuncup kuning khas Ponorogo. DOK RADAR PONOROGO

PONOROGO – Aroma minyak kayu putih telah menjadi bagian dari kehidupan warga Dusun Sukun, Desa Sidoharjo, Kecamatan Pulung, Ponorogo, sejak lebih dari satu abad lalu.

Di kawasan inilah berdiri Pabrik Minyak Kayu Putih (PMKP) Sukun, pabrik tertua di Indonesia yang pada masanya juga tercatat sebagai yang terbesar di Asia Tenggara.

PMKP Sukun didirikan pada era kolonial Belanda tahun 1924.

Keberadaannya tak hanya menjadi penopang ekonomi warga sekitar, tetapi juga meninggalkan jejak penting dalam sejarah pengelolaan hutan dan pengembangan varietas tanaman kayu putih di Indonesia.

Senior PMKP Sukun Sudarmanto menjelaskan, cikal bakal industri minyak kayu putih di Ponorogo bermula dari kebijakan Belanda mendatangkan tanaman kayu putih jenis kuncup putih dari Pulau Buru, Maluku.

Tanaman tersebut ditanam di lahan seluas 60,8 hektare di Dusun Sukun.

Dalam rentang waktu hingga 1937, Belanda kembali mendatangkan varietas kuncup merah dari Pulau Timor.

Persilangan alami kedua varietas tersebut kemudian melahirkan jenis baru, kuncup kuning, yang kini dikenal luas sebagai kuncup Ponorogo.

“Lahan di sini ditanam apa saja tidak hidup, akhirnya Belanda mendatangkan kayu putih,” kata Sudarmanto.

Uji coba penyulingan minyak kayu putih pertama dilakukan pada 1939.

Jejak sejarah proses awal tersebut masih dapat ditemukan hingga kini.

Bekas fondasi rumah produksi pertama berada sekitar dua kilometer ke arah timur dari lokasi industri PMKP saat ini.

Pada masa awal, penyulingan dilakukan secara konvensional.

Tungku terbuat dari batu kali yang direkatkan tanah liat, sementara jedi atau drum besi digunakan sebagai wadah penyulingan dengan pemanasan langsung.

Produksi perdana menghasilkan empat drum minyak kayu putih.

“Saat itu daun kayu putih diangkut menggunakan rinjing dan keranjang, transportasi utamanya memakai cikar yang ditarik sapi,” jelasnya.

Ketika Jepang menduduki Indonesia pada 1942–1945, aktivitas pabrik mengalami masa mati suri.

Jepang lebih memprioritaskan pengembangan kapas dan industri tekstil, khususnya di Surabaya.

Meski produksi masih berjalan, tidak ada modernisasi alat dan para pekerja hidup dalam tekanan.

“Produksi tetap berjalan, tapi tidak ada modernisasi alat dan masih pakai teknologi yang sama,” ungkap Sudarmanto.

Perkembangan positif mulai terasa setelah Indonesia merdeka.

Jawatan Kehutanan mendirikan pabrik baru pada 1955 dan meresmikannya dua tahun kemudian.

Lokasi pabrik dipindahkan ke tepi Jalan Raya Ponorogo–Pulung dengan kapasitas produksi mencapai 1,6 ton daun per hari.

Pengelolaan pabrik kemudian diambil alih Perusahaan Kehutanan Negara pada 1961.

Jejak pabrik kedua tersebut masih bisa dilihat hingga kini, meski sudah tidak beroperasi.

“Pabrik kedua ini sampai saat ini masih bisa dilihat peninggalannya, walaupun sudah tidak digunakan lagi,” ujarnya.

Di bawah pengelolaan Perhutani, areal tanaman kayu putih berkembang pesat.

Dari semula 60,8 hektare, kini mencapai sekitar 3.000 hektare.

Selain kuncup kuning, hasil pengembangan varietas juga melahirkan klon 13, klon 19, dan klon 71.

Revitalisasi besar-besaran dilakukan pada 2022.

Lokasi pabrik digeser ke sisi barat dengan lahan seluas 2.497 meter persegi dan bangunan seluas 1.719 meter persegi.

Kapasitas produksi ditingkatkan hingga 48 ton per hari dengan kadar sineol mencapai 57,27 persen.

“Sayangnya tiga tahun terakhir pabrik berhenti beroperasi, karena stoknya masih banyak,” tandas Sudarmanto. (gen/kid)

Editor : Hengky Ristanto
#Sejarah Industri #Kayu Putih Ponorogo #Perhutani #minyak kayu putih #PMKP Sukun #Pulung #Kuncup kuning #ponorogo