PONOROGO – Kapasitas Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Ponorogo mengalami kelebihan penghuni.
Dari daya tampung ideal 107 warga binaan (wabin), jumlah penghuni saat ini mencapai 239 orang.
Kepala Rutan Kelas IIB Ponorogo, M. Agung Nugroho, menjelaskan bahwa total penghuni tersebut terdiri atas 168 narapidana dan 91 tahanan.
Meski terbilang overload, pihaknya memastikan kondisi rutan masih terkendali.
“Jumlah ini justru menurun dibanding beberapa waktu lalu yang sempat di atas 250 warga binaan,” ujarnya.
Agung menyebut, distribusi ke lapas lain akan dilakukan apabila jumlah penghuni menembus angka 300 orang.
Langkah tersebut menjadi prosedur untuk menjaga stabilitas keamanan dan pelayanan di dalam rutan.
“Kalau sudah menginjak 300 penghuni, nanti kami ajukan distribusi ke lapas lain,” jelasnya.
Mayoritas warga binaan berasal dari wilayah Ponorogo.
Selama tujuh bulan terakhir, Rutan Ponorogo juga tidak menerima tambahan napi titipan (layaran) dari rutan atau lapas lain, seperti Medaeng atau Surabaya.
“Banyak yang sudah bebas. Kami melihat justru angka kriminalitas di Ponorogo menurun dibanding sebelumnya,” kata Agung.
Untuk menjaga kondusivitas, pengamanan ketat diterapkan setiap hari.
Petugas rutin melakukan patroli keliling, penggeledahan badan dan barang, serta pengawasan fasilitas rutan.
“Keamanan terus kami tingkatkan dengan kontrol intensif dan patroli berkala,” tegasnya. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto