Jawa Pos Radar Ponorogo – Petani di Desa Ngampel terancam gagal panen. Sedikitnya lebih dari 30 hektare sawah terendam banjir luapan sungai sejak dini hari kemarin (2/1).
Padi yang baru ditanam sekitar dua bulan diperkirakan tidak dapat diselamatkan.
Sunardi, petani setempat, menceritakan banjir datang tiba-tiba sekitar pukul 01.00 WIB.
Debit air sungai dari wilayah selatan meningkat dan meluap ke area persawahan hingga mendekati permukiman warga.
“Air sekitar jam tiga pagi itu sudah mulai naik. Sawahnya sudah jadi danau,” ujar Sunardi.
Menurutnya, lahan persawahan di wilayah tersebut memang menjadi langganan banjir hampir setiap tahun.
Kontur wilayah yang lebih rendah serta hamparan sawah yang luas membuat air mudah menggenang saat hujan deras mengguyur daerah selatan seperti Slahung dan Bungkal.
“Karena daerah sini lebih rendah dan area persawahannya luas. Air pasti ke sini kalau wilayah selatan hujan deras,” jelasnya.
Kepala Desa Ngampel Siswanto menambahkan, banjir tidak hanya merendam sawah warga di desanya, tetapi juga meluas ke lahan pertanian desa tetangga.
Genangan air bahkan sempat mencapai depan balai desa sehingga mengganggu pelayanan administrasi.
“Sedikitnya 30 hektare sawah terendam. Ada beberapa rumah juga kemasukan air meski tidak parah. Kondisi ini sudah kami laporkan ke Pemkab,” kata Siswanto.
Perangkat desa kini bersiaga untuk mengantisipasi kemungkinan banjir susulan, termasuk mengevakuasi berkas-berkas penting jika ketinggian air kembali meningkat. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto