Jawa Pos Radar Ponorogo – Pembangunan gedung Koperasi Merah Putih (KMP) di desa dan kelurahan di Ponorogo terus dikebut.
Dari target 307 titik, sebanyak 150 desa telah memulai pengerjaan fisik pada awal tahun ini.
Program nasional tersebut ditargetkan rampung paling lambat awal Maret.
Asisten Bidang Perekonomian Setda Ponorogo Harjono mengatakan, persoalan lahan masih menjadi kendala utama.
Tidak semua desa dan kelurahan memiliki lahan yang sesuai spesifikasi pembangunan gedung KMP.
“Sementara ini ada 198 desa dan kelurahan yang menyatakan lahannya siap. Sisanya sekitar 40 persen masih terkendala status aset, kepemilikan, dan perizinan,” ujarnya di sela Rapat Koordinasi Percepatan Pengembangan KMP, Rabu (31/12).
Dia menjelaskan, sebagian lahan yang diusulkan berada di kawasan Perhutani, aset pemerintah, atau lokasinya dinilai kurang strategis.
Meski begitu, pemkab menegaskan seluruh desa dan kelurahan di Bumi Reog tetap wajib memiliki KMP.
“Seluruh desa dan kelurahan sudah mengantongi SK pendirian KMP. Ini amanat langsung presiden, jadi harus tetap jalan,” tegas Harjono.
Sementara itu, Kodim 0802 Ponorogo melalui Dandim Letkol Arh Farauk Saputra menilai keberhasilan program KMP membutuhkan kolaborasi lintas sektor.
Dari 307 titik yang ditargetkan, 150 lokasi sudah masuk tahap pembangunan dengan progres rata-rata mencapai 14 persen.
“Karena ini program nasional, pelaksanaannya harus gotong royong. Setiap desa wajib memiliki koperasi,” katanya.
Secara nasional, kesiapan lahan KMP di Ponorogo saat ini berada pada kategori menengah dan terus menunjukkan tren peningkatan seiring pencarian solusi atas kendala lahan di 109 desa dan kelurahan yang belum siap. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto