Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Kebakaran Gudang Farmasi RSUD dr Harjono Ponorogo, Polda Jatim Lakukan Penyelidikan

Sugeng Dwi N. • Senin, 5 Januari 2026 | 20:00 WIB
PEMERIKSAAN: Tim Inafis dan Labfor Polda Jatim melakukan olah TKP dan mengamankan barang bukti pascakebakaran Gudang Farmasi RSUD dr Harjono Ponorogo. SUGENG DWI N/RADAR PONOROGO
PEMERIKSAAN: Tim Inafis dan Labfor Polda Jatim melakukan olah TKP dan mengamankan barang bukti pascakebakaran Gudang Farmasi RSUD dr Harjono Ponorogo. SUGENG DWI N/RADAR PONOROGO

Jawa Pos Radar Ponorogo – Kebakaran Gudang Farmasi RSUD dr Harjono Ponorogo pada Minggu (4/1) pukul 16.15 menghebohkan publik.

Api membara di gedung dua lantai yang berada di belakang instalasi gawat darurat (IGD), memunculkan berbagai spekulasi di tengah proses penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (Komisi Pemberantasan Korupsi).

Publik sempat mengaitkan peristiwa tersebut dengan operasi tangkap tangan (OTT) KPK yang menjerat mantan Direktur Utama RSUD dr Harjono, Yunus Mahatma, pada November lalu.

Namun, polisi menegaskan tidak ada keterkaitan antara kebakaran dengan perkara hukum yang sedang ditangani lembaga antirasuah.

Kasatreskrim Polres Ponorogo AKP Imam Mujali menyatakan, objek yang terbakar berbeda dengan materi perkara yang diusut KPK.

“Barang-barang yang terbakar berupa obat-obatan, dokumen jual beli, dan resep pasien. Sementara perkara KPK terkait jual beli jabatan dan gratifikasi proyek rumah sakit,” tegasnya.

Pascakebakaran, kepolisian langsung melakukan penyelidikan di lokasi kejadian.

Tim Inafis dan Labfor Polda Jawa Timur diterjunkan untuk mengungkap penyebab kebakaran.

Selama sekitar tiga jam, petugas memeriksa setiap sudut gedung farmasi.

“Hasil pemeriksaan sementara, sumber api diduga berasal dari lantai satu,” jelas Imam.

Saat kejadian, gudang farmasi dalam kondisi tidak beroperasi.

Dugaan awal, kebakaran dipicu hubungan arus pendek listrik.

Meski demikian, kepolisian masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab pastinya.

“Kesimpulan awal mengarah ke korsleting listrik, tapi masih kami dalami dengan kajian laboratorium,” ujarnya.

Gedung dua lantai tersebut digunakan untuk penyimpanan obat-obatan rumah sakit.

Sekitar 25 hingga 30 persen bahan farmasi dilaporkan hangus terbakar.

Termasuk dokumen pembelian obat dan resep pasien yang tersimpan di gudang.

“Mayoritas obat tidak terbakar dan masih bisa digunakan. Namun, pemanfaatannya menunggu keputusan dari pihak rumah sakit,” pungkas Imam. (gen/kid)

Editor : Hengky Ristanto
#rsud dr harjono #kebakaran ponorogo #kebakaran rumah sakit #labfor polda jatim #Gudang farmasi terbakar #kpk #Polres Ponorogo #ponorogo #Inafis Polda Jatim