PONOROGO – Langkah Persepon Ponorogo di Liga 4 Jawa Timur 2025 harus terhenti lebih awal.
Laskar Suromenggolo tersingkir di babak 32 besar setelah tak mampu keluar dari kerasnya persaingan Grup HH yang dijuluki grup neraka.
Bermain di Stadion Anjuk Ladang, Nganjuk, Persepon harus menelan pil pahit kekalahan ketiga secara beruntun.
Pada laga terakhir, Persepon dibekuk PS Mojokerto Putra dengan skor telak 0-3, kemarin (9/1).
Seperti dua pertandingan sebelumnya, Persepon sebenarnya tampil agresif sejak awal laga.
Beberapa peluang sempat tercipta lewat pergerakan lini depan.
Namun, penyelesaian akhir yang kurang tenang membuat peluang emas gagal berbuah gol.
Situasi berbalik pada menit ke-17. Tendangan keras dari luar kotak penalti pemain PS Mojokerto Putra tak mampu diantisipasi penjaga gawang Persepon, sekaligus membuka keunggulan lawan.
Petaka berlanjut di awal babak kedua. Kesalahan koordinasi lini belakang Persepon berujung pelanggaran handball di kotak terlarang.
Wasit pun menunjuk titik putih pada menit ke-50.
Penalti sukses dikonversi PS Mojokerto Putra dan membuat Persepon tertinggal dua gol.
Empat menit jelang laga usai, gawang Persepon kembali kebobolan.
Skor 3-0 bertahan hingga peluit panjang, sekaligus memastikan Persepon pulang kampung tanpa poin dari tiga pertandingan Grup HH.
Manajer Persepon, Arif Budiono, mengakui keunggulan lawan.
“Kami harus mengakui kekuatan tim lawan,” ujarnya.
Arif menyebut Grup HH memang diisi tim-tim kuat.
Selain PS Mojokerto Putra, Persepon juga harus bersaing dengan Persenga Nganjuk dan PSID Jombang yang dinilai memiliki materi pemain dan pengalaman lebih matang.
Menurutnya, hasil ini menjadi pelajaran berharga bagi Persepon yang baru menjalani debut di Liga 4 Jawa Timur.
“Kalah materi dan pengalaman. Ini jadi evaluasi besar untuk kami menghadapi kompetisi musim depan,” tandasnya. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto