Jawa Pos Radar Ponorogo – Antusiasme masyarakat terhadap lelang kendaraan dinas milik Pemkab Ponorogo melonjak tajam.
Menjelang pelaksanaan lelang pada 15 Januari mendatang, warga berbondong-bondong ingin melihat langsung deretan kendaraan yang tersimpan di gudang aset daerah.
Kepala Bidang Aset Badan Pendapatan Pengelolaan Aset dan Keuangan Daerah Ponorogo, Zaenal Arifin, menyampaikan bahwa proses lelang aset daerah tersebut dilakukan bekerja sama dengan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Madiun.
“Lelang dilakukan secara open bidding melalui situs lelang.go.id. Semua masyarakat bisa mengetahui tata cara dan prosesnya secara terbuka dan transparan,” kata Zaenal.
Zaenal menegaskan, seluruh mekanisme lelang dapat diakses publik.
Mulai dari pendaftaran, penawaran harga, hingga penetapan pemenang dilakukan secara daring sehingga meminimalkan potensi praktik tidak transparan.
Meski masuk kategori barang nirguna, kendaraan yang dilelang dipastikan masih layak pakai.
Total terdapat 13 unit kendaraan roda empat (R4) dan 50 unit kendaraan roda dua (R2) yang dilepas ke publik.
Kendaraan tersebut dilelang karena telah melampaui batas usia pemakaian, umur ekonomis, serta kebijakan efisiensi biaya perawatan.
“Seluruh hasil lelang nanti akan langsung disetorkan ke rekening kas daerah sebagai pendapatan asli daerah,” jelasnya.
Secara keseluruhan, terdapat 23 paket lelang yang dibuka oleh KPKNL Madiun bersama BPPKAD.
Untuk kendaraan roda dua, satu paket berisi lima unit motor dengan harga limit bervariasi, mulai Rp 5,3 juta hingga Rp 10,4 juta per paket.
Sejumlah kendaraan roda empat juga menarik perhatian publik.
Di antaranya Toyota Kijang Innova G keluaran 2015 dengan harga limit Rp 40,5 juta, serta Toyota Rush keluaran 2016 yang dibanderol Rp 29,2 juta.
Tingginya minat warga membuat gudang aset BPPKAD ramai dikunjungi masyarakat yang penasaran ingin melihat langsung kondisi kendaraan sebelum mengikuti lelang. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto