Jawa Pos Radar Ponorogo – Jatah pupuk subsidi untuk Kabupaten Ponorogo tahun ini tergolong melimpah.
Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dipertahankan) Ponorogo menerima alokasi sekitar 64 ribu ton pupuk subsidi dari pemerintah pusat.
Kabid Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Dipertahankan Ponorogo Tamar Mahara menjelaskan, alokasi tersebut terdiri atas 33,1 ribu ton pupuk Urea, 27,4 ribu ton NPK, 6 ton ZA, serta 4,4 ribu ton pupuk organik.
“Alokasi ini selisih tipis dengan usulan e-RDKK. Urea hampir terpenuhi 100 persen, bahkan jenis ZA lebih banyak dari usulan,” kata Tamar.
Dari sisi serapan, Tamar mengklaim realisasi pupuk subsidi sepanjang 2025 tergolong sangat baik.
Untuk pupuk Urea, dari alokasi sekitar 35 ribu ton, terserap 33,7 ribu ton atau 95 persen.
NPK bahkan mencapai 98 persen, yakni 27 ribu ton dari alokasi 29 ribu ton.
Sementara itu, serapan pupuk ZA tercatat sekitar 95 persen, sedangkan pupuk organik berada di kisaran 73 persen.
Menurut Tamar, capaian serapan ini menjadi indikator penting dalam penetapan alokasi pupuk subsidi tahun berikutnya.
Berkaca pada pengalaman sebelumnya, Dipertahankan Ponorogo optimistis masih ada peluang tambahan alokasi.
Pada 2025 lalu, kabupaten ini sempat menerima alokasi tambahan hingga tiga kali.
“Biasanya tambahan datang melalui realokasi mendekati akhir tahun, ketika ada daerah lain yang tidak menyerap jatah pupuknya,” jelasnya.
Karena itu, pihaknya mendorong petani memaksimalkan penyerapan pupuk subsidi yang sudah tersedia.
“Pupuk sudah siap ditebus untuk musim tanam ini,” pungkas Tamar. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto