Jawa Pos Radar Ponorogo – Peran petugas pemadam kebakaran (damkar) kini tak lagi identik dengan api dan asap.
Sepanjang 2025, Satpol PP dan Damkar Ponorogo justru lebih sering menangani aksi penyelamatan non kebakaran yang langsung bersentuhan dengan persoalan warga.
Kabid Damkar dan Penyelamatan Satpol PP dan Damkar Ponorogo, Bambang Supeno, menyebut sedikitnya 539 laporan non kebakaran ditangani selama Januari–Desember 2025.
Angka tersebut nyaris sepuluh kali lipat dibanding kejadian kebakaran yang tercatat hanya 61 kasus.
“Paling banyak evakuasi sarang tawon, totalnya 268 kejadian. Biasanya berada di dalam rumah atau pekarangan warga sehingga cukup membahayakan,” ungkap Bambang.
Selain sarang tawon, petugas juga menangani 142 laporan penanganan ular, 42 kasus cincin yang sulit dilepas dari jari warga, serta puluhan evakuasi hewan lain seperti kucing dan biawak.
Seluruh layanan tersebut diberikan secara gratis tanpa pungutan biaya.
Fenomena ini membuat permintaan bantuan ke damkar kian populer di tengah masyarakat.
Namun demikian, Bambang menegaskan tidak semua laporan bisa ditangani langsung oleh petugas.
Ada laporan yang berada di luar tupoksi damkar dan harus dialihkan ke instansi lain.
“Pernah ada warga minta tolong mengambil surat nikah di rumah pasangannya yang sudah tidak tinggal satu atap. Untuk laporan seperti itu, kami lakukan pendekatan persuasif dan berkoordinasi dengan pemerintah desa serta kepolisian,” jelasnya. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto