Jawa Pos Radar Ponorogo – Kerusakan jalan penghubung Desa Wagir Lor, Kecamatan Ngebel, kembali menjadi sorotan.
Rencana perbaikan melalui anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi (RR) senilai Rp 2,7 miliar dari BNPB dipastikan gagal terealisasi setelah ditinjau ulang oleh Kementerian Keuangan.
Kalaksa BPBD Ponorogo Masun mengatakan, anggaran RR sejatinya telah disetujui tahun lalu.
Namun pembatalan di tingkat pusat membuat perbaikan jalan urung dilaksanakan.
“Perbaikan sudah diusulkan dan disetujui, tapi kemudian ditinjau ulang oleh Kemenkeu sehingga tidak bisa direalisasikan,” kata Masun.
Tahun ini, BPBD kembali mengajukan perbaikan melalui skema RR.
Namun, karena mekanisme anggaran tersebut biasanya baru bisa direalisasikan pada akhir tahun, Pemkab Ponorogo menyiapkan opsi lain agar warga tidak terus menunggu.
Hari ini (15/1), Pemkab Ponorogo dijadwalkan menggelar rapat bersama DPRD Jawa Timur untuk membahas kemungkinan penggunaan Belanja Tidak Terduga (BTT) Provinsi Jawa Timur sebagai solusi percepatan penanganan.
“Kalau tidak bisa lewat RR atau perbaikan permanen, minimal dengan BTT Provinsi kami berharap bisa dibangun jembatan,” jelas Masun.
Jalan penghubung Desa Wagir Lor, Ngebel, dengan Desa Wates, Jenangan, merupakan akses vital masyarakat.
Selain menunjang aktivitas ekonomi dan layanan publik, ruas tersebut menjadi jalur utama pelajar menuju sekolah setiap hari.
“Ini jalan vital bagi masyarakat. Kami usahakan segera bisa dapat perbaikan,” tegas Masun. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto