Jawa Pos Radar Ponorogo – Kendaraan aset nirguna milik Pemkan Ponorogo menjadi primadona masyarakat.
Lelang terbuka yang digelar BPPKAD Ponorogo bersama KPKNL Madiun kemarin (15/1) banjir peminat.
Sedikitnya 50 unit sepeda motor dan 13 unit kendaraan roda empat (R4) dilelang.
Dari total 63 kendaraan, sebanyak 62 unit laku terjual, hanya satu kendaraan roda empat yang kembali disimpan di gudang karena belum diminati.
Kepala Bidang Aset BPPKAD Ponorogo Zaenal Arifin mengatakan, sebanyak 23 paket lelang dibuka oleh KPKNL.
Mayoritas kendaraan terjual dengan nilai jauh di atas harga limit yang ditetapkan Pemkab Ponorogo.
“Animo masyarakat sangat bagus. Rata-rata terjual hingga tiga kali lipat dari limit. Hanya satu kendaraan roda empat yang tidak laku dan itu sudah kami lelang untuk kedua kalinya,” ujarnya.
Salah satu kendaraan yang menarik perhatian peserta lelang adalah Toyota Kijang Innova G keluaran 2015.
Mobil bekas operasional dinas tersebut dipatok limit Rp 40,5 juta, namun laku terjual Rp 129 juta.
Sementara Toyota Rush keluaran 2016 dengan limit Rp 29,2 juta terjual Rp 50 juta.
Dari total nilai limit sebesar Rp 385,1 juta, hasil lelang keseluruhan menembus Rp 862,9 juta.
Seluruh hasil tersebut akan masuk sebagai pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Ponorogo.
“Optimalisasi aset akan terus kami lakukan. Kendaraan yang sudah tidak digunakan harus memberi manfaat bagi daerah. Proses lelang dilakukan daring, transparan, dan tanpa manipulasi,” tegas Arifin.
Ia menambahkan, masyarakat juga diberi kesempatan melihat kondisi fisik kendaraan sebelum lelang digelar.
Proses lelang sepenuhnya dilaksanakan oleh KPKNL Madiun.
Sementara itu, Pelelang KPKNL Madiun Dwijanti Kristina Maria mengungkapkan, antusiasme peserta lelang di luar perkiraan. Proses penawaran berlangsung ketat dan kompetitif.
“Ini membuktikan proses lelang berjalan fair. Penawaran sangat kompetitif dan hasil akhirnya melampaui limit,” pungkasnya. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto