Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Dua Tahun Tak Capai Target, PAD Telaga Ngebel Ponorogo Terus Merosot

Sugeng Dwi N. • Senin, 19 Januari 2026 | 11:00 WIB
PARIWISATA: Aktivitas wisata di Telaga Ngebel, Ponorogo. Disbudparpora menyebut penurunan PAD dipengaruhi kondisi jalan, faktor keamanan, dan isu nasional. SUGENG DWI N/RADAR PONOROGO
PARIWISATA: Aktivitas wisata di Telaga Ngebel, Ponorogo. Disbudparpora menyebut penurunan PAD dipengaruhi kondisi jalan, faktor keamanan, dan isu nasional. SUGENG DWI N/RADAR PONOROGO

Jawa Pos Radar Ponorogo – Pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata Telaga Ngebel kembali gagal memenuhi target.

Bahkan, capaian PAD pada 2025 mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya.

Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Ponorogo mencatat realisasi PAD Telaga Ngebel sepanjang 2025 hanya mencapai Rp 4,39 miliar dari target Rp 5,6 miliar.

Angka itu turun sekitar Rp 200 juta dibanding 2024 yang membukukan Rp 4,58 miliar dengan target Rp 5,74 miliar.

Kabid Destinasi dan Industri Pariwisata Disbudparpora Ponorogo Dwi Santoso mengakui, target PAD Telaga Ngebel tak tercapai dua tahun berturut-turut.

Menurutnya, ada sejumlah faktor yang memengaruhi penurunan kunjungan wisatawan.

“Garis besar ada penurunan dibanding tahun sebelumnya. Untuk Ngebel, ada beberapa faktor yang mempengaruhi,” kata Dwi.

Salah satu faktor utama ialah perbaikan jalan Mlilir–Jenangan yang berlangsung cukup lama sepanjang 2024–2025.

Kondisi tersebut berdampak langsung pada arus wisatawan dari arah Jenangan.

Retribusi di pintu masuk Wagir Lor tercatat lebih rendah dibanding gerbang dari arah Madiun melalui Desa Sahang, kondisi yang sebelumnya jarang terjadi.

Selain infrastruktur, insiden keselamatan juga berpengaruh.

“Faktor lain seperti jatuhnya batu di jalan lingkar Telaga Ngebel sampai melukai pengendara, juga isu demo nasional Agustus kemarin mempengaruhi kunjungan di beberapa bulan,” beber Dwi.

Menariknya, tren PAD Telaga Ngebel berbanding terbalik dengan destinasi lain.

Taman Wisata Ngembag di Kelurahan Ronowijayan, Kecamatan Siman, justru mencatat kinerja positif.

Pada 2025, PAD Ngembag mencapai Rp 82 juta, naik dibanding 2024 yang berada di angka Rp 77 juta.

“Optimalisasi akan kami lakukan di 2026 untuk meningkatkan PAD, baik di Ngembag maupun Telaga Ngebel,” tandas Dwi. (gen/kid)

Editor : Hengky Ristanto
#Disbudparpora Ponorogo #wisata ngebel #kunjungan wisata #Telaga Ngebel #ponorogo #PAD Ponorogo