Jawa Pos Radar Ponorogo – Jumlah calon jemaah haji (CJH) asal Ponorogo yang telah melunasi biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) melampaui kuota pemberangkatan.
Kantor Kementerian Haji dan Umrah (KHU) Ponorogo mencatat 572 CJH sudah menyelesaikan pelunasan, sementara kuota yang diterima daerah ini hanya 547 kursi.
Kepala KHU Ponorogo Marjuni menjelaskan, dari total 572 CJH tersebut, sebanyak 445 merupakan jemaah reguler dan 127 lainnya masuk kategori cadangan.
Pelunasan dilakukan dalam dua tahap yang ditutup pada 9 Januari lalu.
“Dari 572 yang sudah lunas, ada 127 jemaah cadangan. Mereka siap berangkat sewaktu-waktu untuk menggantikan jemaah yang batal,” jelas Marjuni.
Rinciannya, sebanyak 403 CJH melunasi Bipih pada tahap pertama, sedangkan 169 jemaah lainnya menyelesaikan pelunasan di tahap kedua.
Dengan kondisi ini, terdapat selisih 25 jemaah yang sudah melunasi Bipih namun belum terakomodasi dalam kuota keberangkatan.
Pihak KHU Ponorogo saat ini masih menunggu informasi tambahan kuota dari tingkat Jawa Timur.
Menurut Marjuni, kuota haji bersifat provinsi sehingga tambahan kursi baru bisa diberikan setelah ada akumulasi jemaah batal berangkat dari seluruh kabupaten/kota di Jatim.
“Karena kuota se-Jatim, maka jemaah yang batal dari daerah lain akan dikumpulkan dulu. Dari situ baru ditentukan apakah ada tambahan kuota untuk daerah,” terangnya.
Terkait jadwal keberangkatan, Marjuni menyebut pihaknya masih menunggu kepastian dari kementerian.
Namun, CJH Ponorogo dipastikan masuk kloter awal dan diperkirakan berangkat paling lambat April mendatang.
Masih tersisa sekitar tiga bulan menuju keberangkatan, Marjuni mengimbau seluruh CJH untuk menjaga kondisi fisik dan tidak memaksakan aktivitas berat.
“Tidak usah bepergian jauh dan tetap menjaga kesehatan sebagai persiapan ibadah,” pesannya. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto