Jawa Pos Radar Ponorogo – Pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Ponorogo digeber.
Sejumlah desa dan kelurahan mulai merealisasikan pembangunan fisik setelah kesiapan lahan dipastikan.
Sebagai bagian dari percepatan, Kodim 0802 Ponorogo menggelar rapat koordinasi bersama ratusan kepala desa se-Kecamatan Sawoo, kemarin (19/1).
Komandan Kodim 0802 Ponorogo Letkol Arh Farauk Saputra menegaskan, KDKMP dirancang sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan di tingkat desa.
Program ini ditujukan memperkuat UMKM, mengoptimalkan potensi lokal, sekaligus membuka lapangan kerja baru.
“Pemerintah menghadirkan KDKMP sebagai sarana penguatan ekonomi rakyat. Karena itu dibutuhkan dukungan dan keterlibatan semua pihak agar program berjalan sesuai target,” tegas Farauk.
Menurutnya, koperasi tidak hanya berfungsi sebagai simpan pinjam.
KDKMP diproyeksikan menjadi pusat layanan ekonomi desa, mulai penyediaan sembako, apotek desa, hingga berbagai layanan pendukung lain yang dibutuhkan masyarakat.
Farauk menambahkan, pemanfaatan Dana Desa (DD) untuk pembangunan KDKMP harus benar-benar efektif dan berdampak langsung bagi kesejahteraan warga.
Karena itu, sinergi antara aparat desa dan partisipasi masyarakat menjadi kunci keberhasilan program.
Terkait pembangunan fisik, Farauk menegaskan gedung KDKMP wajib dibangun baru sesuai standar pemerintah pusat.
Sejumlah aset milik pemerintah daerah maupun desa, termasuk tanah kas desa (TKD) yang saat ini ditempati bangunan sekolah tak terpakai, telah diinventarisasi untuk lokasi pembangunan.
“Bangunan lama akan dibongkar. Gedung koperasi harus baru dan memenuhi ketentuan teknis,” ujarnya.
Sesuai regulasi, gedung KDKMP dirancang memiliki luas sekitar 600 meter persegi, dengan lebar minimal 30 meter dan panjang 20 meter.
Standar tersebut disiapkan agar koperasi mampu beroperasi optimal dan menampung berbagai aktivitas ekonomi desa.
Pemkab Ponorogo menargetkan berdirinya 307 KDKMP pada tahun ini.
Sebagian unit telah memasuki tahap awal pembangunan, sementara lainnya masih dalam proses verifikasi dan validasi data.
“Sudah banyak yang mulai dibangun dan hampir jadi,” pungkas Farauk. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto