Jawa Pos Radar Ponorogo – Jembatan darurat hasil swadaya warga di Desa Wagir Lor, Kecamatan Ngebel, akhirnya tersentuh penanganan pemerintah.
Pemkab Ponorogo bergerak cepat memastikan akses vital penghubung antarkecamatan itu kembali aman dilalui.
Lebar jalan menuju Desa Wates, Kecamatan Jenangan, yang semula lima meter kini tersisa sekitar setengah meter setelah tergerus longsor untuk ketiga kalinya pada Senin (12/1) lalu. Kondisi tersebut membuat jalur rawan putus total.
Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita sempat meninjau langsung lokasi Selasa (20/1) lalu untuk memastikan penanganan dilakukan bertahap.
Dalam waktu dekat, jembatan darurat dari bambu akan diganti jembatan besi baja WF (bordes) sepanjang 30 meter dengan lebar 1,2 meter.
“Anggarannya sedang kami hitung, termasuk penyusunan DED (detail engineering design) jembatan,” ujar Lisdyarita yang akrab disapa Bunda Rita.
Pembangunan jembatan sementara tersebut menggunakan alokasi belanja tidak terduga (BTT) Pemkab Ponorogo.
Rencananya, jembatan baja dipasang di sisi utara jembatan darurat swadaya warga dan bersifat bongkar pasang.
“Tujuannya agar akses tetap bisa dilalui, baik saat penanganan darurat maupun ketika pembangunan jembatan permanen nanti,” jelasnya.
Sebagai skema kedua, Pemkab Ponorogo juga menyiapkan usulan pembangunan jembatan permanen senilai Rp 4 miliar ke Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Anggota Komisi D DPRD Provinsi Jawa Timur Miseri Effendi menegaskan siap mengawal usulan tersebut melalui alokasi BTT provinsi.
“Maksimal tiga minggu DED selesai, langsung kami ajukan ke Ibu Gubernur. Kami juga menjadwalkan pembahasan khusus,” kata Miseri. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto