PONOROGO – Amuk angin kencang menerjang sejumlah wilayah di Ponorogo, Sabtu (24/1).
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD Ponorogo) mencatat sedikitnya lima kejadian pohon tumbang yang berdampak pada rumah warga hingga fasilitas umum.
Kepala Pelaksana BPBD Ponorogo, Masun, mengatakan laporan masuk sejak Sabtu dini hari hingga siang hari.
Lokasi terdampak tersebar di lima kecamatan, yakni Desa Sempu, Kecamatan Ngebel; Desa Bareng, Kecamatan Pudak; Desa Bekiring, Kecamatan Pulung; Desa Tumpak Pelem, Kecamatan Sawoo; serta Jalan Gelagah Wangi, Kelurahan Setono, Kecamatan Jenangan.
“Ada pohon yang menimpa rumah warga dan kandang ayam, ada pula yang tumbang di jalan hingga mengenai kabel wifi. Kerugian masih kami lakukan pendataan,” kata Masun.
Berdasarkan data BMKG, angin kencang dipicu pola angin dominan dari barat laut dengan kecepatan maksimum mencapai 41 knot atau sekitar 76 kilometer per jam, terutama di wilayah perairan selatan Jawa Timur.
Kondisi tersebut dipengaruhi keberadaan Siklon Tropis Luana di sekitar pantai barat laut Australia.
Selain itu, aktifnya Monsun Asia serta meningkatnya suhu muka laut di Selat Madura turut memperkuat potensi cuaca ekstrem.
BMKG memprakirakan cuaca ekstrem masih berpeluang terjadi pada periode 21–30 Januari.
Masun mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap potensi pohon tumbang, kerusakan bangunan ringan, dan gangguan jaringan listrik maupun komunikasi.
“Kewaspadaan sangat penting untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Jika terjadi kondisi darurat, segera lapor ke petugas,” tandasnya. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto