Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

15 Tahun Merantau ke Bali, Putra Sulung Pulang 3 Bulan Sebelum Ibu Tewas

Sugeng Dwi N. • Selasa, 27 Januari 2026 | 13:32 WIB
Rumah Nuraini (55) di Desa Golan, Sukorejo, lokasi ditemukannya korban tewas bersimbah darah, kemarin. SUGENG DWI N/RADAR PONOROGO
Rumah Nuraini (55) di Desa Golan, Sukorejo, lokasi ditemukannya korban tewas bersimbah darah, kemarin. SUGENG DWI N/RADAR PONOROGO

Jawa Pos Radar Ponorogo – Nuraini, 55, janda yang ditemukan tewas di rumahnya di Desa Golan, dikenal sebagai pribadi tertutup.

Perempuan yang sehari-hari bekerja sebagai penjaga toko itu jarang bergaul dengan lingkungan sekitar.

Namun, tiga bulan terakhir, Nuraini tidak lagi tinggal seorang diri.

Putra sulungnya berinisial A, yang merantau ke Bali selama sekitar 15 tahun, pulang dan tinggal bersama sang ibu.

Prayitno, tetangga korban, menyebut terakhir kali melihat aktivitas Nuraini dan anaknya pada Sabtu (24/1).

Sehari setelah itu, korban ditemukan tewas bersimbah darah di ruang tengah rumahnya.

“Nggak berani dobrak sampai polisi datang. Waktu dibuka ternyata benar ada darah, bagian kepala ditutupi sarung,” kata Prayitno.

Irfan Rifai, keponakan korban, mengatakan bibinya memang jarang bersosialisasi.

Seusai bekerja, Nuraini biasanya langsung pulang dan masuk rumah.

Ia juga sempat melihat kondisi korban saat pertama kali ditemukan meninggal.

“Waktu ditemukan, badannya belum kaku dan masih bisa digerakkan. Dugaan saya meninggalnya baru beberapa jam,” ujar Irfan.

Menurut Irfan, selama tiga bulan tinggal bersama, tidak pernah terdengar adanya cekcok antara Nuraini dan putra sulungnya.

Hal itulah yang membuat keluarga heran ketika A justru tidak berada di rumah saat jasad korban ditemukan.

“Nggak pernah dengar ada cekcok. Tiga bulan ini memang tinggal bareng anak pertamanya. Sebelumnya anak pertama itu di Bali 15 tahun, baru pulang ini,” katanya.

Irfan juga mengaku heran karena A tidak terlihat mendampingi proses evakuasi jasad korban ke RSUD dr Harjono.

Hingga kini, putra sulung korban belum menampakkan diri.

“Kami serahkan sepenuhnya ke polisi,” pungkas Irfan. (gen/kid)

Editor : Hengky Ristanto
#Kasus kriminal Ponorogo #Pembunuhan Sukorejo #putra sulung menghilang #ponorogo #Desa Golan Ponorogo #Janda tewas Ponorogo