Jawa Pos Radar Madiun – Tabir misteri pembunuhan Nuraini, 55, warga Desa Golan, Kecamatan Sukorejo, mulai tersingkap.
Polisi mengantongi petunjuk adanya luka sayatan leher yang diduga menjadi penyebab kematian janda empat anak tersebut. Hal itu diketahui dari hasil autopsi tim forensik.
Kasatreskrim Polres Ponorogo AKP Imam Mujali mengatakan, dari pemeriksaan medis diketahui berbagai luka pada tubuh korban.
Luka tersebut meliputi bekas pukulan benda tumpul di kepala, luka di bagian tangan, serta sayatan serius di leher hingga nyaris putus.
‘’Di leher terdapat luka sayatan cukup dalam dan menjadi penyebab utama kematian. Korban meninggal karena pendarahan,’’ kata Imam, Selasa (27/1).
Dia menambahkan, kematian diperkirakan dalam rentang waktu pagi hingga sore pada Sabtu (24/1).
Dugaan tersebut selaras dengan kondisi jasad saat pertama kali ditemukan oleh warga Senin (26/1) lalu.
Memanggil sejumlah saksi, dalam perkembangan terbaru penyidik mengantongi identitas terduga pelaku yang mengarah pada anak korban berinisial A.
‘’Terduga pelaku masih dalam pencarian. Informasi sementara berada di wilayah Gunungkidul, Jawa Tengah,’’ kata Imam.
Lantas benarkah putra sulung berinisial A merupakan pelaku yang tega menghabisi nyawa ibu kandungnya sendiri?
Teka-teki itu terjawab dari laporan warga Gunungkidul, Yogyakarta, pada Senin (26/1) malam.
Mereka melaporkan adanya seorang warga mengaku berasal dari Ponorogo meninggalkan sepeda motor, pisau, kapak dan kunci gembok ke warga setempat.
Polisi telah mencocokkan kunci dengan gembok di rumah Nuraini, hasilnya identik.
Pihaknya telah mengamankan seluruh barang bukti yang ditemukan warga Gunungkidul tersebut.
Saat ini, polisi tengah memburu keberadaan A yang diperkirakan masih di berada sekitar Gunung Kidul.
‘’Terduga pelaku meminta kepada warga Gunungkidul agar barang tersebut diserahkan ke polisi. Sementara dia mengaku mau melakukan perjalanan jauh,’’ tandasnya.
Sebelumnya, warga Desa Golan, Sukorejo dibuat geger usai Nuraini ditemukan tewas di dalam rumahnya Senin.
Kondisi rumah dalam keadaan tertutup, sementara tubuh korban tergeletak dengan banyak luka dan darah di sejumlah bagian.
Tiga bulan belakangan, korban tinggal bersama A, putra sulungnya yang sebelumnya merantau ke Bali selama 15 tahun. Sejak korban ditemukan tewas, A menghilang hingga kini. (gen/kid)
Editor : Mizan Ahsani