Jawa Pos Radar Ponorogo – Ancaman banjir menghantui warga Desa Demangan.
Plengsengan penahan Sungai Keyang ambrol dan menutup total aliran sungai.
Dampaknya, sedikitnya 18 rumah di sekitar bantaran sungai terancam terdampak luapan air saat hujan deras turun.
Soimun, ketua RT setempat, mengatakan plengsengan setinggi sekitar enam meter dengan panjang kurang lebih 30 meter itu ambrol sejak sebulan lalu.
Material bangunan bercampur tanah serta rumpun bambu menutup badan sungai.
“Rusaknya sudah satu bulan. Setelah itu ada susulan lagi. Gempa kemarin bikin kerusakannya bertambah parah,” kata Soimun.
Menurutnya, dampak paling besar dirasakan warga yang bermukim di bantaran sungai.
Setiap musim hujan, Sungai Keyang kerap meluap.
Dengan aliran yang kini tersumbat, risiko banjir dinilai semakin besar.
“Kalau dihitung, belasan rumah terancam. Aliran sungai benar-benar tertutup plengsengan dan bambu yang ambrol,” jelasnya.
Kekhawatiran serupa disampaikan Agung Kuncoro, warga sekitar.
Dia menyebut potensi banjir meningkat tajam jika hujan turun dengan intensitas tinggi dan durasi lama.
Jarak sungai dengan permukiman warga bahkan tak sampai empat meter.
“Risiko banjir hampir 80 persen masuk ke Demangan. Rumah-rumah memang terancam,” ujarnya. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto