PONOROGO – Niat Suhananto memperbaiki nasib dengan bekerja sebagai pekerja migran Indonesia (PMI) di Malaysia pada 2000 lalu berakhir tragis.
Warga Desa Sendang, Kecamatan Jambon, Ponorogo itu justru pulang dengan gangguan kejiwaan.
Selama 12 tahun terakhir, pria berusia 45 tahun tersebut terpaksa dipasung oleh keluarganya demi keselamatan bersama.
Saudara Suhananto, Diana Puspita Sari, menuturkan bahwa sebelum berangkat ke Malaysia, kakaknya berperilaku normal layaknya remaja seusianya.
Namun, enam bulan bekerja di Negeri Jiran, pihak agen penyalur mulai melihat perubahan perilaku.
“Di sana sering mendatangi tempat-tempat klenik dan tidak mau bekerja. Katanya cuma cari nomor togel, akhirnya dipulangkan oleh PT,” kata Diana.
Setelah kembali ke Ponorogo, kondisi Suhananto kian memburuk.
Ia menolak merawat diri, lebih sering mengurung diri di kamar, hingga menjual seluruh perabotan rumah dan sepeda motor saat tabungannya habis.
“Buat beli rokok. Setelah tidak ada yang bisa dijual, dia sering mengamuk dan kondisinya makin parah,” jelas Diana.
Keluarga telah berupaya membawa Suhananto berobat, baik secara medis maupun alternatif.
Namun, upaya itu belum membuahkan hasil.
Kondisinya justru kerap membahayakan lingkungan sekitar.
Beberapa kali, Suhananto mengamuk sambil membawa senjata tajam dan berkeliling kampung.
“Keluarga juga terancam. Karena membahayakan, sejak 2014 akhirnya dikurung sampai sekarang,” imbuhnya.
Kasat Binmas Polres Ponorogo AKP Agus Syaiful Bahri menyatakan pihaknya telah menindaklanjuti laporan warga terkait gangguan kejiwaan tersebut.
Bahkan, di Desa Sendang terdapat dua warga dengan kondisi serupa.
Rencananya, kedua ODGJ tersebut akan dijemput dan dirawat di Yayasan Berkas Bersinar Abadi milik Ipda Purnomo, anggota Polres Lamongan.
“Kami sudah berkoordinasi dan berupaya mencarikan solusi terbaik,” tandas Agus. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto