Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Breaking News! Empat Bocah TK SD Ditemukan Tewas, Kapolres Ponorogo Beberkan Kronologi

Sugeng Dwi N. • Jumat, 6 Februari 2026 | 14:42 WIB
Empat anak TK dan SD korban tenggelam di Sidoharjo dilarikan ke Puskesmas Jambon namun nyawa mereka tak tertolong, Jumat (6/2).
Empat anak TK dan SD korban tenggelam di Sidoharjo dilarikan ke Puskesmas Jambon namun nyawa mereka tak tertolong, Jumat (6/2).

Jawa Pos Radar Madiun – Duka mendalam menyelimuti warga Desa Sidoharjo, Kecamatan Jambon, Ponorogo.

Keceriaan anak-anak sepulang sekolah berubah menjadi tangis histeris pada Jumat (6/2) siang.

Sebanyak empat orang anak dilaporkan tewas tenggelam di sebuah sungai kecil di tepian desa setempat sekitar pukul 11.30 WIB.

Mirisnya, keempat korban masih berusia sangat belia, yakni 3 anak duduk di bangku TK dan 1 anak SD.

Peristiwa ini sontak membuat geger warga setempat dan para orang tua korban yang mendapati buah hatinya sudah tak bernyawa.

Baca Juga: Final AFC Futsal 2026: Pemain Andalan Iran Tak Gentar Teror Suporter Indonesia, Datang untuk Juara Lagi

Kronologi: Niat Bermain Sepulang Sekolah

Kapolres Ponorogo AKBP Andin Wisnu Sudibyo yang terjun langsung memantau kasus ini menjelaskan, peristiwa bermula saat keempat anak TK SD itu bermain bersama sepulang sekolah.

Lokasi sungai tersebut memang dikenal sebagai tempat bermain anak-anak setempat. Namun, nahas menimpa mereka siang itu.

"Jadi anak-anak tadi pulang sekolah main di tempat sungai tadi," ujar AKBP Andin, Jumat siang.

Baca Juga: Dampak Mengerikan Gempa Pacitan Hari Ini: Selain Tewaskan Satu Orang, Belasan Warga Bantul Derita Luka

Kedalaman Air Setinggi Leher Orang Dewasa

Penyebab utama tragedi ini diduga karena para korban tidak menyadari kedalaman air di titik tertentu sungai tersebut.

Menurut Kapolres, kedalaman air di lokasi kejadian cukup berbahaya bagi anak-anak seusia TK dan SD.

"Tapi nggak tahu, tempat anak tadi main itu kolamnya setinggi leher orang dewasa. Bagi anak-anak tadi kan nggak nyampek (tenggelam)," jelas perwira dengan dua melati di pundak tersebut.

Diduga, salah satu anak terpeleset atau masuk ke area dalam, dan yang lainnya berusaha menolong atau ikut terperosok hingga akhirnya keempatnya tenggelam.

Baca Juga: Simak Spesifikasi Yamaha Gear 2026: Motor Matik 125 cc yang Irit, Konsumsi BBM Tembus 50 Km per Liter

Orang Tua Histeris Bawa Korban ke Puskesmas

Suasana semakin memilukan saat para orang tua mengetahui kondisi anak-anaknya.

Mereka segera mengevakuasi dan melarikan keempat korban ke Puskesmas terdekat sekitar pukul 12.00 dengan harapan masih bisa diselamatkan.

Namun takdir berkata lain. Pihak medis menyatakan keempat bocah tersebut sudah meninggal dunia.

"Jadi yang membawa ke sini (Puskesmas) orang tuanya masing-masing. Dari laporan Puskesmas, saat sampai sana keempatnya sudah meninggal dunia," terang kapolres.

Merespons kejadian ini, Polres Ponorogo segera mengambil langkah mitigasi agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.

Pihak kepolisian berencana memagari area sungai yang dianggap berbahaya tersebut.

"Memang di tempat kejadian jadi tempat bermain anak-anak. Ke depan kita mitigasi biar tidak ada korban lagi. Kita pagar biar anak kecil tidak main ke sini," tegasnya. (gen/naz)

Editor : Mizan Ahsani
#kronologi #anak meninggal #Kapolres ponorogo #TK SD #anak tenggelam #sd #TK #ponorogo #tewas tenggelam