Jawa Pos Radar Ponorogo – Pilu dirasakan Pairin.
Niat hati mencari cucunya A yang bermain, kakek asal Dusun Sidowayah, Desa Sidoharjo, Jambon itu justru mendapati cucunya tewas tenggelam di cekungan sungai tak jauh dari rumah, Jumat (6/2).
Getir kian terasa. Bocah berusia enam tahun itu meninggal bersama tiga teman sepermainannya.
Kejadian tragis tersebut terjadi sekitar pukul 11.00.
Empat korban masing-masing berinisial A, K, E yang berusia enam tahun, serta J berusia tujuh tahun.
Mereka tinggal satu lingkungan di dusun tersebut dan biasa bermain bersama.
“Melihat ada korban tenggelam, langsung minta tolong. Dibawa ke puskesmas, tapi nyawanya tidak tertolong,” kata Kasi Pelayanan Desa Sidoharjo, Kecamatan Jambon, Suwarto.
Lokasi ditemukannya empat bocah tersebut berjarak sekitar 500 meter dari permukiman warga.
Berada di kaki bukit, sungai kecil itu hanya mengalir saat musim penghujan.
Diduga, keempat anak bermain menyusuri sungai kecil.
Mereka tidak menyadari adanya cekungan sedalam 1,5 meter.
“Sebenarnya sungai kecil lebarnya tidak ada dua meter dan dalamnya setinggi mata kaki, tapi ada cekungan yang dalam satu meter lebih,” kata Suwarto.
Sumaji, saksi mata, mengatakan keluarga korban sempat berteriak meminta tolong hingga membuat warga berdatangan.
Dia mendapati dua anak sudah mengapung, sementara dua lainnya masih berada di dasar sungai.
“Katanya orang tua nyari anak mereka, karena pulang sekolah main tapi tidak pulang-pulang padahal sudah siang,” ungkap Sumaji.
Sumaji menambahkan, lokasi tersebut jarang dikunjungi warga.
Selain jauh dari permukiman, sungai berada di kaki bukit dan terpisah dengan lahan perkebunan.
Warga pun kaget saat mendapati ada empat anak bermain di sungai tersebut.
“Hampir tidak pernah ada anak yang ke sini karena memang jauh dari permukiman dan lewat ladang,” ujarnya. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto