Jawa Pos Radar Madiun – Aksi pencurian disertai pengrusakan menyasar SMK Al Inabah di Dusun Sidorejo, Desa Japan, Kecamatan Babadan, Ponorogo, pada Rabu (11/2) pagi.
Kejadian ini tak hanya merugikan pihak sekolah secara materiil, tetapi juga meninggalkan kesan horor setelah ditemukan sebilah pedang katana atau samurai yang tertinggal di dalam ruangan.
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh Irwan Ridho, salah satu guru yang tiba paling awal di sekolah.
Irwan mendapati kondisi lingkungan sekolah sudah tidak wajar sejak dari pintu depan.
Baca Juga: Auto Betah! 5 Cafe Hitz Yogyakarta 2026 yang Lagi Ramai Diburu, Nomor 3 Punya View Bikin Lupa Pulang
Kronologi: Ruang Guru Diobok-obok hingga CCTV Rusak
Irwan menjelaskan bahwa kecurigaan muncul saat melihat banner di depan sekolah dalam kondisi rusak.
Saat hendak masuk ke ruang guru, ia mendapati kunci yang biasa diletakkan di tempat persembunyian telah hilang.
Menggunakan kunci cadangan, Irwan terperanjat melihat kondisi interior kantor yang sudah acak-acakan.
"Kondisinya kacau, barang elektronik seperti dua monitor komputer, kipas angin, hingga CPU rusak. Kamera milik sekolah juga hilang," ungkap Irwan saat dikonfirmasi oleh tim media di lokasi kejadian.
Selain menggasak barang berharga, pelaku juga melakukan pengrusakan terhadap fasilitas sekolah, termasuk memutus kabel CCTV dan merusak neon box.
Mirisnya, sistem CCTV sekolah tersebut diketahui hanya berfungsi sebagai live view tanpa fitur perekaman, sehingga aksi pelaku tidak terdokumentasi.
Jejak Tak Biasa: Katana Bengkok Tertinggal
Hal yang paling mengejutkan adalah temuan sebilah pedang katana di atas lemari salah satu ruangan, sementara sarung pedangnya tergeletak di atas meja.
Kapolsek Babadan, AKP Yudha Setiawan, mengonfirmasi temuan senjata tajam tersebut.
"Ditemukan sebilah samurai dalam kondisi bengkok di lokasi kejadian, diduga milik pelaku yang digunakan untuk merusak fasilitas sekolah," ujar AKP Yudha.
Senjata tajam tersebut kini telah diamankan oleh pihak kepolisian sebagai barang bukti utama untuk proses penyelidikan lebih lanjut.
Polisi Buru Pelaku, Kerugian Jutaan Rupiah
Berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), pihak kepolisian memperkirakan aksi kriminal ini terjadi pada dini hari hingga pagi buta, antara pukul 05.00 hingga 06.00 WIB.
Akibat kejadian ini, SMK Al Inabah ditaksir mengalami kerugian materiil kurang lebih sebesar Rp 10 juta, mencakup hilangnya kamera, serta kerusakan fasilitas kantor.
Polsek Babadan kini tengah berkoordinasi dengan Satreskrim Polres Ponorogo untuk memburu pelaku.
Polisi juga mendalami modus pelaku yang bisa masuk ke dalam ruangan meskipun pintu dalam keadaan terkunci rapat saat ditinggalkan.
Kejadian ini menjadi peringatan bagi sekolah-sekolah di wilayah Ponorogo dan sekitarnya untuk memastikan sistem keamanan, terutama perangkat CCTV, berfungsi dengan fitur perekaman guna memudahkan identifikasi jika terjadi tindak kejahatan. (*)
*Sayiddil Akbar, Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura.
Editor : Mizan Ahsani