Jawa Pos Radar Madiun – Penampilan yang tenang, rapi, dan berwibawa ditunjukkan oleh peserta kelima belas, Hafizh Abyan Firdausi, di panggung Grand Final Festival Dai Cilik 2026.
Wakil dari MIN 2 Ponorogo ini naik ke pentas dengan setelan busana muslim yang matching dan enak dipandang.
Namun, bukan hanya penampilannya yang memukau. Hafizh menyihir dewan juri dan hadirin di Suncity Mall Madiun lewat materi dakwahnya yang "daging semua", disampaikan dengan artikulasi jelas dan intonasi tegas.
Kritik Sosial: Krisis Akhlak dan Kejujuran
Di tengah tausiyah bertema "Meneladani Sifat Rasulullah di Bulan Ramadan", Hafizh menyinggung realitas sosial yang relevan saat ini.
Ia prihatin dengan kondisi zaman yang menurutnya tengah dilanda krisis keteladanan, krisis kejujuran, dan krisis akhlak.
"Ramadan adalah momentum emas untuk memperbaiki diri dan kembali menjadikan Rasulullah sebagai satu-satunya panutan," tegasnya.
Baca Juga: Safira Aulia Husna dari MI Al Afkar Buka Dakwah dengan Lagu Jenaka, Ingatkan Sedekah Secepat Angin
5 Resep Perbaiki Diri ala Hafizh
Untuk mengatasi krisis tersebut, Hafizh memaparkan lima amalan konkret yang bisa dilakukan umat Islam dengan meneladani Nabi:
1. Perkuat Kesabaran:
Melatih diri menahan godaan dan emosi, sebagaimana sabarnya Rasulullah menghadapi cobaan.
2. Perbanyak Ibadah:
Meningkatkan kualitas takwa lewat salat, tadarus, dan zikir.
3. Genjot Sedekah:
Meniru kedermawanan Nabi yang meningkat pesat di bulan puasa.
4. Jaga Lisan:
"Keselamatan manusia bergantung pada kemampuannya menjaga ucapan," ingat Hafizh.
5. Jaga Silaturahmi:
Mempererat persaudaraan untuk mengundang rahmat Allah dan menghindari murka-Nya.
Penyampaian Hafizh yang sistematis dan solutif ini sukses memberikan pencerahan bagi para hadirin untuk membentuk pribadi yang berakhlak mulia. (*)
Editor : Mizan Ahsani