Jawa Pos Radar Ponorogo – Mirisnya akses penghubung Ponorogo–Trenggalek di Dusun Purworejo, Desa Gedangan, Kecamatan Ngrayun memantik perhatian Pemprov Jatim.
Dinas PU Bina Marga Jatim siap memfasilitasi pembangunan jembatan baru.
Selama ini warga setempat bertaruh nyawa memanfaatkan gondola menyeberangi Sungai Jabak untuk aktivitas sehari-hari.
Itu dilakukan setelah jembatan penghubung hanyut diterjang banjir awal Januari lalu.
Kepala Dinas PU Bina Marga Jatim Edy Tambeng Widjaja menegaskan, secara aturan jembatan kabupaten menjadi tanggung jawab pemerintah daerah masing-masing.
Namun, provinsi dapat membantu proses pembangunan jika ada permohonan resmi dari salah satu kabupaten.
“Secara regulasi itu aset kabupaten. Tapi kalau diminta membantu pembangunan, provinsi bisa melaksanakan. Setelah selesai, tetap dikembalikan ke kabupaten. Kepemilikannya tidak berubah,” kata Edy usai mengecek lokasi Kamis (19/2).
Menurutnya, persoalan menjadi kompleks karena posisi jembatan membentang di dua wilayah administratif.
Kondisi itu kerap memunculkan perbedaan pandangan terkait pembagian beban anggaran maupun siapa yang lebih dulu mengambil tanggung jawab.
Untuk menghindari kebuntuan, Pemprov Jatim akan memfasilitasi pertemuan kedua daerah melalui Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil).
“Karena ini menghubungkan dua kabupaten, nanti disepakati siapa yang membangun. Bisa Ponorogo atau Trenggalek, tergantung hasil koordinasi,” tegas Tambeng.
Forum tersebut diharapkan menghasilkan kesepakatan konkret terkait pihak yang akan memimpin pembangunan.
Langkah ini dinilai penting untuk mempercepat kepastian perbaikan.
Terlebih, jembatan tersebut menjadi akses utama warga perbatasan untuk aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga layanan sosial.
“Tanpa keputusan cepat, dampaknya dikhawatirkan terus meluas,” ujarnya.
Diketahui, gondola dibangun dari anggaran swadaya warga senilai Rp 10 juta.
Karena tidak ada akses lain, warga terpaksa memanfaatkan gondola untuk aktivitas sehari-hari, mulai perekonomian, pendidikan hingga pelayanan publik. (ian/gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto