Jawa Pos Radar Ponorogo – Kalangan pelajar mendominasi pelanggaran dalam Operasi Keselamatan Semeru 2026 yang berakhir 15 Februari lalu.
Selama 14 hari pelaksanaan, Satlantas Polres Ponorogo mencatat 19.839 pelanggaran lalu lintas.
Kasatlantas Polres Ponorogo AKP Dewo Wishnu Setya Kusuma menjelaskan, dari total pelanggaran tersebut sekitar 75 persen dilakukan pelajar atau pengendara di bawah umur.
“Total penindakan terdiri dari 480 tilang ETLE, 1.452 tilang manual, dan 17.907 teguran,” ujarnya.
Jenis pelanggaran didominasi tidak memakai helm hingga pengendara tanpa surat izin mengemudi (SIM).
Dari 1.452 tilang manual, sebanyak 1.046 pelanggaran dilakukan pelajar.
Selain itu, sebanyak 15.265 pelajar mendapat teguran selama operasi berlangsung.
Jika dilihat dari latar belakang profesi, selain pelajar terdapat 3.759 karyawan swasta, 259 mahasiswa, dan 168 PNS yang turut terjaring operasi.
Meski angka pelanggaran tinggi, kepolisian mengedepankan pendekatan edukatif melalui teguran untuk meningkatkan kesadaran keselamatan berlalu lintas.
Satlantas juga mengingatkan peran orang tua agar tidak mengizinkan anak di bawah umur mengendarai sepeda motor.
“Ini penting untuk menekan pelanggaran sekaligus mencegah kecelakaan lalu lintas,” tegasnya. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto