Jawa Pos Radar Ponorogo – Aparat kepolisian mengintensifkan operasi cipta kondisi (cipkon) di sejumlah titik rawan selama Ramadan.
Hasilnya, ratusan remaja yang bermain petasan di kawasan barat Pasar Pon, Siman, dibubarkan.
Kapolsek Siman AKP Nanang Budianto mengatakan, razia dilakukan usai salat subuh sekitar pukul 05.00 dengan melibatkan personel Polsek Siman, Babadan, dan Jenangan.
Saat petugas tiba di lokasi, puluhan remaja kedapatan membawa petasan.
’’Kami membubarkan karena berpotensi membahayakan,’’ ujarnya.
Polisi mengamankan seorang anak yang kedapatan menyalakan petasan.
Petugas juga menyita enam bumbung atau meriam rakitan berdaya ledak keras, serta sejumlah petasan ukuran sedang dan petasan lombok.
’’Anak tersebut kami bawa ke Polsek Siman, kemudian orang tuanya dipanggil untuk dilakukan pembinaan,’’ jelasnya.
Sementara itu, Polsek Ponorogo juga menggelar cipkon di Jalan Ir Juanda, Kelurahan Tonatan, serta Jalan Baru, Kelurahan Bangunsari, Minggu (22/2) dini hari.
Petugas mengamankan satu knalpot brong dan dua pelajar SMP yang diduga hendak melakukan perang sarung.
Dari pemeriksaan, polisi menemukan dua sarung yang ujungnya diikat di dalam jok sepeda motor.
Selain itu, percakapan WhatsApp Group berisi ajakan perang sarung dengan kelompok luar daerah turut ditemukan.
Kapolsek Ponorogo AKP Catur Juli Hernawan menegaskan perang sarung yang dimodifikasi bukan lagi permainan biasa karena berpotensi melukai.
’’Kami tidak mentolerir kegiatan yang membahayakan keselamatan. Patroli akan terus ditingkatkan selama Ramadan,’’ tandasnya. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto