Jawa Pos Radar Ponorogo – Upaya meredam gejolak harga bahan pokok menjelang Lebaran mulai digencarkan Pemkab Ponorogo.
Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) menyiapkan 11 kali pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) selama periode Februari hingga Maret.
Kabag Administrasi Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda Ponorogo Rizky Wahyu Nugroho mengatakan intensitas pelaksanaan GPM ditingkatkan pada Maret karena beririsan langsung dengan puncak kebutuhan masyarakat menjelang Idul Fitri.
’’Februari sudah berjalan, tetapi Maret akan lebih banyak karena mendekati lebaran,’’ ujarnya.
Lokasi GPM disebar di sejumlah wilayah secara bergantian agar masyarakat di berbagai kecamatan hingga desa mendapatkan akses bahan pokok dengan harga terjangkau.
Selain wilayah kota, Kecamatan Sukorejo dan Badegan menjadi prioritas pelaksanaan.
Program tersebut juga direncanakan dikolaborasikan dengan agenda Safari Ramadan Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita.
Menurut Rizky, langkah intervensi harga dilakukan bersamaan dengan pengawasan distribusi pangan guna menjaga stabilitas pasar.
’’Intervensi harga dan pengawasan distribusi berjalan bersamaan agar stabilitas tetap terjaga,’’ tegasnya.
Hingga akhir Februari, kondisi harga di pasar tradisional dinilai masih relatif terkendali.
Meski terjadi kenaikan pada beberapa komoditas, kenaikan tersebut masih dalam batas wajar.
Namun demikian, pemkab tetap meningkatkan kewaspadaan melalui inspeksi mendadak (sidak) ke pasar tradisional maupun swalayan.
’’Pengawasan ini untuk memastikan stok aman sekaligus mengantisipasi praktik penimbunan yang berpotensi memicu kelangkaan dan lonjakan harga,’’ tambahnya. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto