Jawa Pos Radar Ponorogo – Ledakan petasan di Desa Plosojenar, Kecamatan Kauman, jelang berbuka puasa masih menyisakan trauma bagi para korban.
Hindar Agusta, 23, satu dari tiga korban selamat, mengaku tubuhnya terpental beberapa meter akibat ledakan dahsyat tersebut.
Hindar menuturkan dirinya tidak ikut meracik petasan.
Saat itu dia baru tiba di halaman rumah Rifai Kurnia Putra untuk mengembalikan kunci.
Namun tanpa aba-aba, ledakan tiba-tiba terjadi.
’’Tidak melihat ada yang merokok atau apa. Saya baru datang, tiba-tiba langsung meledak,’’ ujarnya.
Ledakan membuat tubuhnya terpental. Dalam kondisi kesakitan sambil memegangi kedua lengan, dia berusaha menjauh dari lokasi.
Saat itu pula dia melihat dua rekannya telah tumbang.
Korban kemudian dilarikan ke klinik terdekat sebelum dirujuk ke RSUD dr Harjono Ponorogo.
Akibat insiden tersebut, Hindar mengalami luka bakar sekitar 16 persen.
’’Setelah ledakan saya masih sadar dan langsung menjauh, yang lainnya ambruk semua,’’ tambahnya.
Kabid Humas RSUD dr Harjono Sugianto mengatakan dua korban, Ahmad Fatoni (20) dan Hindar, masih menjalani perawatan intensif.
Ahmad Fatoni mengalami luka bakar hingga 36 persen dan langsung menjalani operasi pembersihan luka satu jam setelah masuk rumah sakit.
’’Kondisinya mulai stabil, tetapi masih dirawat di ICU dengan alat bantu pernapasan,’’ jelasnya.
Menurut Sugianto, luka bakar dialami korban di wajah, leher, tangan, dan kaki.
Luka pada bagian leher menjadi perhatian khusus karena berisiko terhadap sistem pernapasan.
’’Di leher terdapat pembuluh darah besar dan pusat persyarafan pernapasan, sehingga terus kami pantau,’’ ujarnya. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto