Jawa Pos Radar Ponorogo – Jabatan sekda ‘abadi’ yang pernah melekat pada Agus Pramono selama 12 tahun dinilai menjadi preseden buruk dalam tata kelola pemerintahan.
DPRD Ponorogo tidak ingin kondisi serupa terulang dalam proses pengisian jabatan sekretaris daerah yang saat ini tengah dilelang.
Ketua DPRD Kabupaten Ponorogo Dwi Agus Prayitno mengatakan proses lelang jabatan pimpinan tinggi pratama (JPTP) harus berjalan transparan dan adil.
Menurutnya, masa jabatan yang terlalu lama dapat menghambat regenerasi pimpinan aparatur sipil negara (ASN).
’’12 tahun tentu terlalu lama, kami harapkan sekda saat ini bisa lebih singkat,’’ ujarnya.
Pria yang akrab disapa Kang Wi itu menilai lima kandidat calon sekda yang lolos seleksi administrasi memiliki kompetensi memadai.
Selain berpengalaman memimpin organisasi perangkat daerah (OPD), mereka juga memiliki latar belakang pendidikan yang beragam.
’’Calon luar daerah juga tidak ada, otomatis semua calon sekda paham tentang Ponorogo, ini yang kami harapkan,’’ ungkapnya.
Adapun lima kandidat yang lolos seleksi administrasi yakni Agus Sugiarto (Kepala BPPKAD, Plh Sekda), Masun (Kepala BPBD), Henry Indrawardhana (Kepala Dinas PPKB), Imam Basori (Inspektur Inspektorat), serta Dewi Wuri Handayani (Asisten Administrasi Umum Setkab).
DPRD berharap seluruh tahapan seleksi berjalan sesuai aturan yang berlaku dan dilaksanakan secara terbuka.
’’Kami harapkan lelang terbuka dan transparan,’’ tandasnya. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto