Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Hujan Angin Porak-porandakan Sawah di Ponorogo, 6 Hektare Padi Ambruk

Sugeng Dwi N. • Kamis, 12 Maret 2026 | 11:00 WIB

Petugas Dispertahankan Ponorogo mendata lahan pertanian yang rusak akibat hujan disertai angin kencang. SUGENG DWI N/RADAR PONOROGO
Petugas Dispertahankan Ponorogo mendata lahan pertanian yang rusak akibat hujan disertai angin kencang. SUGENG DWI N/RADAR PONOROGO

PONOROGO – Hujan disertai angin kencang yang melanda Ponorogo dalam sepekan terakhir merusak sejumlah lahan pertanian.

Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dispertahankan) mencatat sekitar enam hektare sawah terdampak cuaca ekstrem tersebut.

Sebagian besar tanaman padi yang rusak bahkan sudah mendekati masa panen.

Koordinator Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Dispertahankan Ponorogo Suwarni mengatakan lahan pertanian yang terdampak tersebar di tiga kecamatan.

Rinciannya, sekitar 4,5 hektare di Kecamatan Kauman, 0,5 hektare di Kecamatan Jetis, serta satu hektare di Kecamatan Sambit.

“Hujan dan angin besar Jumat pekan lalu yang paling berdampak. Pendataan masih terus dilakukan di lapangan,” katanya.

Suwarni menjelaskan mayoritas tanaman padi yang ambruk sudah berusia 75 hingga 80 hari atau mendekati masa panen.

Bahkan beberapa lahan hanya menunggu alat panen datang.

Kondisi tersebut membuat petani harus mengeluarkan biaya tambahan untuk menangani padi yang roboh sebelum dipanen.

“Kalau tidak ditali sebelum dipanen biasanya hasilnya tidak bagus karena bercampur tanah. Berat padinya juga tidak maksimal,” jelasnya.

Meski demikian, kerusakan tersebut dipastikan belum sampai menyebabkan gagal panen total.

Namun hasil produksi padi diperkirakan menurun dibandingkan kondisi normal.

Untuk mengurangi potensi kerugian di masa mendatang, pihaknya mengingatkan petani agar lebih cermat memilih varietas padi yang sesuai dengan kondisi musim.

Dispertahankan juga merekomendasikan petani mengikuti program asuransi pertanian sebagai langkah antisipasi terhadap bencana alam seperti banjir maupun angin kencang.

“Tidak sampai puso, hanya hasilnya saja yang berkurang. Ke depan kami akan terus mendampingi petani agar lebih jeli memilih benih,” ujarnya. (gen/kid)

Editor : Hengky Ristanto
#sawah rusak Ponorogo #Cuaca ekstrem Ponorogo #hujan angin Ponorogo #pertanian ponorogo #kerusakan sawah #ponorogo #padi ambruk Ponorogo