Harga Cabai Tembus Rp 100 Ribu di Ponorogo, Pemicu Inflasi Jelang Lebaran

Sugeng Dwi N. • Dipublikasikan Rabu, 18 Maret 2026 | 02:54 WIB
Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita saat sidak harga bahan pokok di Pasar Legi, memantau kenaikan cabai yang picu inflasi jelang Lebaran. SUGENG DWI N/RADAR PONOROGO
Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita saat sidak harga bahan pokok di Pasar Legi, memantau kenaikan cabai yang picu inflasi jelang Lebaran. SUGENG DWI N/RADAR PONOROGO

Jawa Pos Radar Ponorogo – Tiga hari jelang Lebaran, harga bahan pokok di Ponorogo merangkak naik.

Cabai rawit kualitas super tembus Rp 100 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp 80 ribu.

Kenaikan juga terjadi pada bawang merah yang kini Rp 35 ribu per kilogram. Lonjakan harga bumbu dapur itu menjadi pemicu utama inflasi daerah.

Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita menemukan kondisi tersebut saat sidak bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Pasar Legi kemarin (17/3).

’’Yang menyebabkan inflasi di Ponorogo hari ini adalah cabai, ke depan akan kami dorong gerakan menanam cabai di setiap rumah supaya tidak ketergantungan, selain jangka pendek dengan operasi pasar,’’ kata Lisdyarita.

Selain bumbu dapur, harga protein hewani ikut naik. Ayam potong kini Rp 43 ribu dari sebelumnya Rp 35 ribu per kilogram. Daging sapi juga naik menjadi Rp 140 ribu dari Rp 125 ribu.

Meski demikian, Lisdyarita memastikan ketersediaan bahan pokok masih aman.

’’Kami cek satu-persatu tadi, walaupun ada kenaikan tapi kami pastikan stok aman,’’ tegasnya.

Pemkab berencana memperpanjang program gerakan pangan murah (GPM). Sejumlah komoditas akan ditambah, termasuk daging ayam dan sapi.

’’Kalau beras dan minyak kami pastikan masih tetap harganya, sesuai HET. Kami juga akan gelar operasi pasar nanti sikapi kondisi ini,’’ ujarnya. (gen/kid)

Editor : Hengky Ristanto
harga sembako lebaran harga cabai Ponorogo gerakan pangan murah inflasi ponorogo harga ayam naik harga daging sapi TPID Ponorogo pasar legi ponorogo Operasi Pasar ponorogo