Jawa Pos Radar Ponorogo – Kelangkaan LPG 3 kilogram dikeluhkan warga menjelang Lebaran. Tabung gas melon sulit didapat, bahkan jika tersedia dijual di atas harga normal.
Kusuma Dewi, warga Ponorogo, mengaku kesulitan mendapatkan gas dalam sepekan terakhir. Ia harus berpindah-pindah toko karena stok kosong.
’’Dulu harga Rp 22 ribu saja sudah diantar sampai rumah, sekarang Rp 25 ribu nyarinya susah,’’ katanya.
Harga LPG di tingkat pengecer kini mencapai Rp 24 ribu hingga Rp 25 ribu per tabung. Padahal sebelum Ramadan berkisar Rp 20 ribu hingga Rp 22 ribu.
Sales Branch Manager Kediri VI Gas PT Pertamina Patra Niaga Gatot Subroto memastikan tidak ada pengurangan pasokan. Justru, distribusi ditambah hingga 237 persen.
Rata-rata jatah harian dari 29.820 tabung ditambah 70.560 tabung untuk lima hari ke depan.
’’Tambahan 70 ribu lebih ini akan kami distribusikan bertahap setiap harinya sampai 22 Maret mendatang, jadi kami pastikan stok aman,’’ ujarnya.
Gatot menduga mahalnya harga disebabkan pembelian dari penjual tidak resmi.
Harga eceran tertinggi (HET) LPG 3 kg di pangkalan sebesar Rp 18 ribu per tabung.
’’Kalau ada pangkalan yang jual di atas harga itu silahkan laporkan ke kami atau Pemda, agar ditindak,’’ tegasnya.
Sementara itu, pemilik SPPBE Ponorogo Ramza Rolanda menyebut permintaan meningkat sejak awal Ramadan.
Dari rata-rata 15.120 tabung per hari, kini naik menjadi 18.480 tabung.
Meski permintaan naik, stok dipastikan cukup karena adanya tambahan pasokan dari Pertamina.
’’Setiap tahun, saat Ramadan atau menjelang Lebaran pasti ada peningkatan pengiriman,’’ katanya. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto