Jawa Pos Radar Ponorogo – Tradisi petasan kembali memakan korban. Dua remaja di Ponorogo mengalami luka serius akibat ledakan petasan rakitan, Kamis (19/3).
Korban pertama KA, 13, warga Desa Semanding, Kecamatan Jenangan, mengalami luka bakar saat menguji petasan buatannya.
Ledakan terjadi setelah percikan api menyambar sisa bubuk mesiu.
’’Luka bakar sekitar 19,5 persen di wajah, tangan, dan kaki,’’ ujar dokter jaga RSUD dr. Harjono Ponorogo dr. Mega Citra.
Korban telah mendapat penanganan awal dan dirujuk untuk perawatan lanjutan.
Polisi mengamankan barang bukti berupa selongsong petasan, sisa bahan peledak, hingga kemasan pembelian daring.
Insiden kedua terjadi di Desa Bekiring, Kecamatan Pulung.
Saiful Anas, 23, mengalami luka serius saat merakit petasan bersama rekannya.
Ledakan terjadi tiba-tiba dari salah satu petasan.
Akibatnya, korban mengalami luka terbuka dan patah tulang di tangan kiri serta luka bakar di tangan kanan.
’’Saya di sawah, dapat kabar anak sudah terluka,’’ ujar Tukiman, ayah korban.
Polisi mengimbau masyarakat tidak merakit maupun menyalakan petasan karena berbahaya dan melanggar hukum. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto