Jawa Pos Radar Ponorogo – Dampak konflik Timur Tengah mulai merembet ke sektor riil di daerah.
Kali ini, harga plastik melonjak drastis hingga dua kali lipat dan membuat pelaku UMKM limbung.
Kenaikan terjadi pada berbagai produk berbahan polipropilena. Salah satunya plastik es yang sebelumnya Rp 32 ribu per kilogram kini naik menjadi Rp 55 ribu.
Murdyanto, pemilik toko grosir di Jalan Juanda, Kelurahan Tonatan, mengatakan kenaikan terjadi sejak setelah Lebaran.
’’Naik sejak setelah lebaran sampai sekarang belum ada tanda-tanda penurunan, semakin mahal,’’ ujarnya, Jumat (3/4).
Tak hanya plastik es, plastik potong juga ikut naik. Dari Rp 37 ribu menjadi Rp 55 ribu per kilogram.
Menurutnya, lonjakan harga plastik dipicu terganggunya pasokan minyak dunia akibat konflik di Timur Tengah.
Bahan baku plastik yang berasal dari turunan minyak ikut terdampak.
Akibatnya, harga di tingkat produsen hingga konsumen ikut terkerek.
Kondisi tersebut berdampak langsung pada daya beli masyarakat.
Banyak konsumen mulai beralih ke kemasan lebih murah atau non-plastik.
’’Banyak yang akhirnya cari yang paling murah, bahkan ganti kemasan non plastik,’’ jelasnya.
Pelaku UMKM menjadi pihak paling terdampak. Salah satunya Atin Nuraini.
Dia mengaku kesulitan karena biaya kemasan meningkat, sementara harga jual tidak berani dinaikkan.
’’Kalau dinaikkan takut ditinggal pembeli. Jadi harus cari cara supaya tidak rugi,’’ katanya.
Salah satu strategi yang dilakukan pelaku usaha adalah mengurangi layanan tambahan.
Jika sebelumnya minuman seperti es teh diberikan gratis, kini mulai dihapus.
’’Kalau dulu gratis es teh, sekarang sudah tidak,’’ tandasnya. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto