Jawa Pos Radar Ponorogo – Cuaca ekstrem yang melanda Ponorogo sepanjang Maret memicu rentetan bencana.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Ponorogo mencatat 36 laporan kejadian.
Bencana tersebut meliputi banjir, tanah longsor, hingga dampak cuaca ekstrem seperti angin kencang.
Kalaksa BPBD Ponorogo, Masun, mengatakan dampak cuaca ekstrem paling banyak ditangani petugas.
Total terdapat 18 laporan. Di antaranya pohon tumbang, kerusakan atap rumah, hingga angin kencang.
Baca Juga: Haru! Visualisasi Jalan Salib di Madiun Bikin Jemaat Menangis
Selain itu, tercatat 11 laporan banjir. Serta tujuh kejadian tanah longsor di sejumlah wilayah.
’’Sepanjang Maret memang banyak peringatan dini cuaca ekstrem. Dampaknya luas karena bisa beberapa titik sekali kejadian,’’ ujarnya.
Memasuki April, potensi bencana diprediksi belum sepenuhnya mereda.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memperkirakan cuaca buruk masih berpotensi terjadi sepekan ke depan.
Banjir, longsor, hingga angin kencang masih mengancam.
Baca Juga: Libur Paskah, Pertamina Tambah 779 Ribu Tabung LPG
’’Khususnya longsor, yang tinggal di wilayah bukit antisipasi potensi longsor terjadi,’’ pesannya.
Tingginya potensi bencana dipengaruhi masa peralihan musim.
Diperkirakan Ponorogo mulai memasuki kemarau pada pertengahan hingga akhir April.
Namun, kemarau tahun ini diprediksi bersifat kering.
Berbeda dengan tahun sebelumnya yang cenderung basah.
’’Prediksinya memang kemarau kering. Kami harapkan masyarakat bersiap diri, apalagi petani,’’ tandasnya. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto