PONOROGO – Sebanyak 565 calon jemaah haji (CJH) asal Ponorogo tetap dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci meski eskalasi geopolitik di Timur Tengah meningkat.
Suasana haru menyelimuti Pendapa Pemkab Ponorogo saat ratusan jemaah pamitan, Selasa (8/4), menjelang keberangkatan yang dijadwalkan pada 26 April mendatang.
Plh Sekretaris Daerah Ponorogo Agus Sugiarto mengatakan kondisi geopolitik memang memunculkan kekhawatiran.
Namun, hal tersebut tidak mengubah rencana pemberangkatan.
“Di sana harus saling kompak, membantu jemaah satu dan lainnya. Ikuti juga arahan dari pembimbing dan menjadi haji yang mabrur,” kata Ugin, sapaan akrabnya.
Baca Juga: Truk Terguling di Jalur Pacitan–Ponorogo, Diduga Pecah Ban
Sementara itu, Kepala Kementerian Haji dan Umrah (KHU) Ponorogo Marjuni menjelaskan, ratusan CJH akan diberangkatkan dalam dua kelompok terbang (kloter).
Mereka dijadwalkan tiba di Makkah, Arab Saudi sehari setelah keberangkatan.
Kurang dari 20 hari jelang keberangkatan, jemaah diminta menjaga kondisi fisik dan mengurangi aktivitas berat.
“Menjaga kesehatan itu perlu, kurangi kegiatan bepergian dan berdoa agar ibadah bisa lancar,” pesannya.
Hingga saat ini, tidak ada perubahan skema keberangkatan haji Indonesia.
Baca Juga: Lima Hari 25 Longsor di Ponorogo, Banaran Paling Parah
Namun, penerbangan akan diprioritaskan melalui jalur yang paling aman.
Pengalihan rute dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk memastikan keselamatan jemaah selama perjalanan.
“Untuk pemulangan juga sama, nanti dicari jalur yang teraman. Semoga tidak ada peningkatan gejolak Timur Tengah sehingga ibadah haji tahun ini lancar,” harapnya. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto