PONOROGO – Sekretaris Daerah (Sekda) Ponorogo Agus Sugiarto langsung bergerak cepat usai dilantik Jumat (10/4).
Sejumlah pekerjaan prioritas mulai ditangani, termasuk rencana mutasi jabatan besar-besaran untuk mengisi kekosongan posisi strategis di lingkungan pemkab.
Agus Sugiarto atau akrab disapa Ugin, yang juga menjabat Ketua Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat), mulai menyiapkan langkah pengisian jabatan kepala organisasi perangkat daerah (OPD) melalui seleksi terbuka jabatan pimpinan tinggi pratama (JPTP).
Langkah awal dilakukan dengan memetakan kekosongan jabatan eselon II.
Saat ini, sejumlah posisi kepala dinas masih kosong dan dijabat pelaksana tugas (plt).
Beberapa di antaranya meliputi Badan Pendapatan, Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Sosial Pemberdayaan, Perlindungan Perempuan dan Anak (Dinsos PPPA).
Kemudian, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida), hingga Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil).
Selain itu, pengisian jabatan juga mencakup posisi Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Direktur PUDAM Tirta Katong, serta Direktur RSUD dr Harjono.
’’Kami lakukan mapping dahulu untuk melihat nanti gimana proses pengisian jabatan dan peningkatan kinerja setiap OPD,’’ jelas Ugin.
Ia menegaskan, proses mutasi dan lelang jabatan tidak dilakukan secara sembarangan.
Koordinasi akan dilakukan dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN), termasuk komunikasi dengan Plt Bupati Ponorogo.
Sejumlah metode juga disiapkan, mulai dari manajemen talenta hingga asesmen kompetensi untuk memastikan pejabat yang dipilih sesuai kebutuhan organisasi.
’’Ada beberapa proses nanti bisa kami ambil, seperti manajemen talenta juga asesmen. Segera kami susun jadwal sehingga kekosongan jabatan ini segera terisi dan efektivitas OPD lebih baik,’’ terangnya.
Di sisi lain, Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita menegaskan bahwa pergeseran jabatan menjadi kebutuhan mendesak.
Tidak hanya untuk level eselon II, tetapi juga jabatan setingkat kepala bidang.
Menurutnya, hasil asesmen pejabat telah dikantongi sebelumnya.
Mutasi diharapkan mampu meningkatkan kualitas kinerja OPD sekaligus menempatkan aparatur sesuai kompetensi.
’’Setelah ini kami mutasi, lalu lelang karena kekurangan juga di eselon II. Kami persiapkan dulu semuanya,’’ ungkap Bunda Rita, sapaan akrabnya. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto