PONOROGO – Ancaman kemarau tahun ini diprediksi menjadi yang terparah dalam 30 tahun terakhir.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo mulai menyiapkan langkah mitigasi untuk menghadapi risiko kekeringan yang diperkirakan berlangsung hingga delapan bulan.
Upaya antisipasi dilakukan melalui pemetaan wilayah rawan kekeringan serta penguatan sarana distribusi air bersih bagi masyarakat terdampak.
Kepala Pelaksana BPBD Ponorogo Masun menyebut pembangunan sumur dalam menjadi strategi utama yang telah dilakukan dalam dua tahun terakhir.
Sumur bor tersebut dibangun di sejumlah wilayah langganan kekeringan.
Lokasi pembangunan antara lain di Kecamatan Slahung, tepatnya Desa Wates dan Duri, Kecamatan Pulung di Desa Karangpatihan, serta Kecamatan Badegan di Desa Dayakan.
Hasilnya, pada musim kemarau tahun lalu, Ponorogo tidak melakukan dropping air bersih karena kebutuhan masyarakat masih dapat terpenuhi dari sumber yang ada.
’’Sumur bor ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap dropping air bersih saat kemarau,’’ ungkap Masun.
Meski demikian, BPBD tetap menyiapkan armada distribusi air sebagai langkah antisipasi.
Tiga unit mobil tangki berkapasitas 5.000 hingga 6.000 liter disiagakan untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga.
Tambahan armada dari PMI dan YPMI juga dilibatkan guna mempercepat distribusi ke wilayah terdampak.
Selain itu, BPBD menyiapkan sarana penampungan air.
Sebanyak 25 tandon berkapasitas 1.200 liter serta dua tandon berkapasitas 5.500 liter ditempatkan di titik strategis.
’’Nanti kalau ada yang membutuhkan tandon akan kami sebar,’’ tambahnya.
Upaya mitigasi juga dilakukan melalui penghijauan.
Setiap tahun, BPBD mengembangkan sekitar 6.000 bibit tanaman yang disebar di kawasan rawan untuk menjaga cadangan air tanah.
Selain kekeringan, potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) juga menjadi perhatian serius.
Wilayah seperti Sawoo, Jambon, Balong, Sambit, dan Slahung masuk kategori rawan.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, BPBD menyiagakan lima unit pompa air portabel beserta perlengkapan keselamatan personel.
’’Lima unit pompa air portabel beserta perlengkapan keselamatan personel disiapkan mempercepat penanganan jika terjadi karhutla,’’ pungkasnya. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto