PONOROGO – Kondisi fasilitas umum (fasum) kursi di kawasan pedestrian Jalan HOS Cokroaminoto, Ponorogo, memprihatinkan.
Belum genap empat tahun terpasang, sebagian besar kursi kini rusak dan tidak dapat digunakan.
Di kawasan yang dikenal sebagai “Malioboro”-nya Ponorogo itu, sejumlah kursi terlihat keropos.
Bahkan, beberapa di antaranya patah pada bagian dudukan maupun sandaran.
Aldi Pratama, salah seorang warga, mengaku kesulitan menemukan kursi yang layak digunakan.
Saat hendak duduk, dia terpaksa berpindah karena kondisi kursi yang rusak.
’’Eman kalau dibiarkan rusak, padahal kalau diperbaiki bisa difungsikan lagi karena banyak yang jalan kaki di sini,’’ ujarnya, Senin (13/4).
Aldi berharap perbaikan segera dilakukan.
Selain menjadi ruang publik, kawasan HOS Cokroaminoto juga berkembang sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat.
Ia juga mengingatkan potensi bahaya, terutama bagi anak-anak yang kerap berkunjung ke kawasan tersebut.
’’Kalau malam ramai, apalagi juga kawasan CFD (car free day) hari Minggu. Jadi banyak yang duduk-duduk di sini,’’ jelasnya.
Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Ponorogo Sapto Djatmiko Tjipto Rajardjo menyatakan pihaknya akan menelusuri kepemilikan aset kursi tersebut.
Menurutnya, fasilitas tersebut dibangun menggunakan dana Corporate Social Responsibility (CSR), sehingga perlu dipastikan kewenangan pengelolaannya.
’’Kami coba inventarisasi dahulu. Kursi itu sekarang kewenangannya siapa, karena lokasinya di trotoar,’’ katanya. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto