PONOROGO – Pasar malam Alun-Alun Ponorogo resmi ditutup Sabtu (11/4) lalu.
Selama 37 hari penyelenggaraan, agenda tahunan tersebut berhasil menyumbang pendapatan asli daerah (PAD) hingga Rp 600 juta.
Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disperdakum) Ponorogo mencatat capaian itu meningkat dibanding tahun sebelumnya yang mencapai Rp 570 juta.
Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita menyebut tingginya pendapatan tidak lepas dari antusias masyarakat yang memadati kawasan alun-alun selama gelaran berlangsung.
Atas permintaan pedagang, masa operasional pasar malam bahkan diperpanjang.
Semula dijadwalkan berakhir 4 April, kemudian diundur hingga Sabtu (11/4).
’’Suasana pasar malam di Alun-Alun Ponorogo yang selalu padat pengunjung menghadirkan pengalaman yang tak kalah meriah,’’ kata Bunda Rita, sapaan akrabnya, Selasa (14/4).
Ia menilai pasar malam telah menjadi tradisi masyarakat Ponorogo.
Ungkapan belum lebaran jika belum ke pasar malam masih melekat dan diwariskan dari generasi ke generasi.
Selain deretan kios, beragam wahana permainan juga menjadi daya tarik utama.
Kehadiran hiburan tersebut mampu mengobati kerinduan masyarakat terhadap event tahunan yang selalu dinanti.
Bunda Rita bahkan sempat mencoba langsung salah satu wahana permainan, jet coaster.
’’Ini Disneyland ala Ponorogo dengan beragamnya wahana hiburan yang tersedia,’’ tambahnya.
Sekretaris Disperdakum Ponorogo Harminto menambahkan, tujuan utama penyelenggaraan pasar malam tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi masyarakat.
’’Tujuan penyelenggaraan pasar malam adalah menyediakan hiburan bagi masyarakat. Selain agenda tahunan yang mampu menggerakkan roda perekonomian,’’ katanya. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto