64 Kasus Suspek Campak Ditemukan di Ponorogo, Dinkes Waspada

Sugeng Dwi N. • Dipublikasikan Selasa, 14 April 2026 | 14:00 WIB
Dinkes Ponorogo mencatat 64 suspek campak awal 2026. Warga diminta waspada terhadap penularan. FOTO: SUGENG DWI N/RADAR PONOROG
Dinkes Ponorogo mencatat 64 suspek campak awal 2026. Warga diminta waspada terhadap penularan. FOTO: SUGENG DWI N/RADAR PONOROGO

PONOROGO – Penyebaran Campak di Ponorogo menjadi perhatian serius.

Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat mencatat 64 kasus suspek campak sepanjang Januari hingga Maret 2026.

Jumlah tersebut meningkat dibanding tren tahun sebelumnya yang mencatat total 99 kasus suspek sepanjang 2025.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Ponorogo Anik Setiyarini mengatakan, seluruh sampel pasien telah dikirim ke laboratorium untuk proses identifikasi.

’’Temuan suspek trennya lebih banyak tahun ini. Semoga hasilnya negatif semua, saat ini kami masih menunggu hasil laboratorium,’’ ujarnya.

Menurut Anik, hasil laboratorium akan menentukan apakah kasus tersebut terkonfirmasi positif atau tidak.

Pada tahun lalu, hanya dua kasus yang dinyatakan positif campak, sementara lainnya negatif.

Seluruh pasien yang sempat terkonfirmasi telah dinyatakan sembuh setelah menjalani perawatan intensif.

Anik menambahkan, penyebaran campak tidak terbatas pada kelompok usia tertentu.

Kasus ditemukan baik pada anak-anak maupun orang dewasa.

’’Variasi untuk usianya ada anak-anak juga dewasa,’’ lanjutnya.

Penularan campak tergolong cepat karena menyebar melalui droplet.

Masa inkubasi virus berkisar antara 7 hingga 18 hari sebelum gejala muncul.

Menariknya, seseorang yang telah terinfeksi tetap dapat menularkan virus meski belum menunjukkan gejala.

’’Biasanya sepuluh hari baru muncul gejala, seperti demam disertai batuk pilek, nanti baru muncul ruam di sekujur tubuh,’’ jelasnya.

Dinkes menegaskan, campak kini menjadi kewaspadaan nasional.

Masyarakat diminta segera memeriksakan diri jika mengalami gejala awal.

’’Kami sudah sosialisasi ke tingkat puskesmas. Virus ini bisa menular ke semua usia, jadi patut diwaspadai,’’ tegasnya. (gen/kid)

Editor : Hengky Ristanto
campak ponorogo suspek campak virus campak penyakit menular dinkes ponorogo