PONOROGO – Cuaca ekstrem di masa peralihan musim kemarau memicu lonjakan bencana alam di Kabupaten Ponorogo.
Dalam 15 hari terakhir hingga pertengahan April, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat 50 kejadian.
Jenis bencana yang terjadi beragam, mulai banjir, angin kencang, hingga tanah longsor yang mendominasi.
Kepala Pelaksana BPBD Ponorogo Masun menyebut intensitas hujan meningkat signifikan selama masa peralihan musim.
’’Ada peningkatan di awal April, dan masih terus terjadi,’’ katanya, Jumat (17/4).
Dari total kejadian tersebut, sebanyak 41 kasus merupakan longsor. Selain itu, terdapat enam laporan banjir dan tiga kejadian dampak cuaca buruk lainnya.
Jumlah tersebut meningkat dibanding bulan sebelumnya yang mencatat 36 kejadian bencana.
Masun menjelaskan, tingginya curah hujan sporadis menjadi pemicu utama meningkatnya kejadian bencana.
Salah satunya terjadi pada Selasa (14/4), saat hujan deras memicu longsor di delapan titik di Kecamatan Slahung.
Material longsor sempat menutup Jalan Raya Ponorogo–Pacitan (Poci), meski langsung ditangani petugas gabungan.
’’Skalanya ada yang kecil dan sedang, langsung dibersihkan petugas gabungan sehingga tidak mengganggu lalu lintas,’’ jelasnya.
BPBD memprediksi potensi bencana masih akan terjadi dalam beberapa waktu ke depan.
Karena itu, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama yang tinggal di kawasan perbukitan.
’’Tidak ada korban jiwa sepanjang bencana tahun ini, semoga masyarakat waspada dan antisipasi bilamana ada risiko bencana di lingkungan masing-masing,’’ pesannya.
Editor : Hengky Ristanto